MEDAN -Di bawah langit Vietnam yang hangat dan lapang, para atlet judo Sumatra Utara menorehkan jejak prestasi yang membanggakan. Setelah menjalani intensif Training Center (TC) selama satu bulan, mereka kembali ke tanah air dengan pencapaian yang gemilang, mengukuhkan diri sebagai pesaing tangguh di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024 yang akan datang.
Tidak kurang dari sebelas atlet, dipimpin oleh dua pelatih berpengalaman, Eka Setya Wirawan dan Bambang Prakarsa, merasakan getaran latihan yang intensif dan dedikasi tak tergoyahkan di kota Hanoi. Empat di antara mereka, Fadli Ardiansyah Manik, Krisjon Parningotan Simorangkir, Redinda Syahira, dan Mutiara Ocean Oka Sinaga, menjalani latihan khusus untuk kategori kata, sementara tujuh lainnya, dipimpin oleh bintang-bintang muda seperti Helena Susyen, Damara Raditya, dan Adelia Sari Lubis, bersiap dalam kategori fighter.
Ketua Pengprov PJSI Sumut, Muhammad Arief Fadhillah, dengan bangga menyampaikan bahwa para atletnya telah menunjukkan perkembangan yang signifikan sepanjang program TC di Vietnam. “Perkembangan secara kemampuan signifikan,” ujarnya dengan penuh keyakinan. Bahkan, timnas tuan rumah, Vietnam, memberikan apresiasi tinggi terhadap keunggulan atlet-atlet Sumatra Utara, menyatakan mereka sebagai saingan utama dalam perebutan medali emas di Sea Games.
Dengan pencapaian gemilang ini, Arif yakin tim judo Sumatra Utara mampu meraih target tiga medali emas di PON 2024 mendatang. “Optimistis dua emas untuk tim kata, dan dua atlet menonjol untuk kategori tarung,” ujarnya, sambil tetap menekankan perlunya fokus, kerja keras, dan doa dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat.
Namun, di balik gemerlap prestasi, Arif tidak lupa menekankan pentingnya kelanjutan persiapan yang serius. Ia berharap agar pemerintah dapat kembali mendukung program latihan di Vietnam, mengingat janji Pj Gubernur Sumut, Hassanudin, untuk mencairkan biaya yang diperlukan. “Saya rasa bisa berprestasi lebih,” katanya penuh harap, sambil menutup pembicaraan dengan keyakinan bahwa dengan persiapan yang matang, medali emas bukanlah sekadar impian, melainkan sebuah kenyataan yang dapat diwujudkan.
(N/014)