SERGAI -Kepolisian Resor Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara, tengah menginvestigasi kasus keracunan massal yang terjadi di Desa Sei Bamban, Kecamatan Sei Bamban. Sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan telah dibawa ke laboratorium untuk penyelidikan lebih lanjut, demikian yang diungkapkan oleh Kasi Humas Polres Sergai, Iptu Edward Sidauruk.
Menurut Edward Sidauruk, peristiwa keracunan terjadi pada Minggu (12/5/2024) saat salah seorang warga setempat, Putra (41), mengadakan hajatan khitanan untuk anaknya. Sebagai tanda syukur, Putra membagikan nasi punjungan atau rantangan kepada warga sekitar. Namun, setelah mengonsumsi nasi tersebut, puluhan warga langsung mengalami gejala keracunan seperti mual, pusing, dan muntah.
Sebanyak 30 orang lebih harus dilarikan ke klinik atau rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Dari jumlah tersebut, 19 orang dirawat di Klinik Sunaseh Sergai, tiga orang di RS Pamela Kota Tebing Tinggi, dua orang di RS Cevani Kota Tebing Tinggi, dan dua orang di RS Desa Pon. Sementara itu, empat korban lainnya sudah dinyatakan sehat.
Edward menjelaskan bahwa kemungkinan jumlah korban sebenarnya lebih dari 30 orang, karena sebagian dari mereka memilih untuk berobat secara mandiri atau tidak menginginkan perawatan lanjutan di rumah sakit. Beberapa di antara korban bahkan memilih untuk langsung pulang ke rumah setelah kejadian tanpa menerima infus atau perawatan intensif di rumah sakit.
Saat ini, kepolisian masih dalam proses menyelidiki penyebab pasti dari keracunan massal ini. Penyelidikan lebih lanjut diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai jenis makanan atau faktor lainnya yang menyebabkan kejadian tragis ini terjadi.
Penutup
Kejadian keracunan massal di Desa Sei Bamban, Sergai, merupakan peristiwa yang mengejutkan dan menimbulkan keprihatinan dalam masyarakat. Upaya penyelidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai penyebab keracunan ini, sehingga langkah-langkah pencegahan yang tepat dapat diambil untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.
Kami akan terus memantau perkembangan kasus ini dan memberikan informasi terbaru kepada masyarakat seiring dengan berjalannya penyelidikan lebih lanjut.
(N/014)