Google Terkena Investigasi Antimonopoli Baru di Inggris Terkait Layanan Pencarian dan AI

BITVonline.com - Kamis, 16 Januari 2025 14:02 WIB

Jakarta – Google kembali berhadapan dengan pengawasan antimonopoli, kali ini oleh otoritas antimonopoli Inggris, Competition and Markets Authority (CMA). Pada tahun 2025, CMA mengumumkan telah meluncurkan investigasi terhadap layanan pencarian Google di bawah U.K. Digital Markets, Competition and Consumers Act (DMCC), yang mulai berlaku pada 1 Januari 2025.

Undang-undang baru ini bertujuan untuk melindungi konsumen dan bisnis dari praktik bisnis yang tidak adil oleh perusahaan-perusahaan teknologi besar. Dalam investigasi ini, CMA akan menilai apakah Google perlu diberikan Status Pasar Strategis (SMS) terkait layanan pencarian umum dan iklan pencarian. Jika status ini diberikan, Google akan diwajibkan mematuhi persyaratan perilaku atau intervensi pro-persaingan.

CMA juga akan menyelidiki apakah Google menggunakan dominasi pasar untuk menghalangi inovasi dari perusahaan pesaing. Salah satu fokus utama regulator adalah peran Google dalam pencarian dan periklanan berbasis kecerdasan buatan (AI). Regulator berencana untuk menilai apakah Google memprioritaskan layanan pencariannya sendiri, sementara memblokir akses pesaing untuk memasuki pasar tersebut.

Sarah Cardell, CEO CMA, menyatakan bahwa dengan potensi besar AI untuk mengubah layanan pencarian online, persaingan yang adil menjadi sangat penting. “Tugas kami adalah memastikan konsumen mendapatkan manfaat penuh dari pilihan dan inovasi dalam layanan pencarian, serta memastikan adanya persaingan yang adil bagi bisnis, baik besar maupun kecil,” ujar Cardell dalam siaran pers.

Investigasi ini merupakan bagian dari serangkaian penyelidikan yang sedang dihadapi oleh Google oleh berbagai otoritas di seluruh dunia. CMA memberikan tenggat waktu hingga 13 Oktober 2025 untuk menyelesaikan penyelidikan ini, dan mengundang pihak-pihak terkait untuk memberikan komentar sebelum 3 Februari 2025.

Google, melalui juru bicaranya, memberikan tanggapan terkait penyelidikan ini. “Google Search mendukung jutaan bisnis di Inggris untuk berkembang dengan menjangkau pelanggan dengan cara yang inovatif,” kata juru bicara Google. “Kami akan terus bekerja sama dengan CMA untuk memastikan bahwa regulasi baru ini menguntungkan semua jenis situs web dan memungkinkan orang-orang di Inggris tetap mendapatkan manfaat dari layanan yang bermanfaat dan canggih.”

(CHRISTIE)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Pariwisata

NCBI: Cabut Tanda Kehormatan Dadan Hindayana

Pariwisata

Cadangan Devisa RI Turun Rp 23 Triliun, BI Ungkap Penyebab Utamanya

Pariwisata

Bahlil Tegaskan Gross Split Hanya Berlaku untuk Migas, Minerba Tidak Berubah

Pariwisata

Jadwal SIM Keliling Medan 8–14 Juni 2026: Lokasi, Syarat, dan Jam Operasional

Pariwisata

Prabowo Lantik Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN di Istana Sore Ini, Bersamaan dengan Said Iqbal

Pariwisata

Mentan Sebut Harga TBS Sawit Anjlok di Tengah Kuatnya Dolar AS: Ini Kondisi Anomali