Atlet Sumsel untuk PON Diberi Makanan Basi

BITVonline.com - Jumat, 05 Juli 2024 08:07 WIB

SUMSEL -Insiden mengejutkan terjadi saat para atlet Sumatera Selatan yang tengah melakukan pelatihan terpusat di Tower 5 Kompleks Jakabaring Sport City (JSC), Palembang, menerima makanan basi dari katering. Kejadian ini mengundang protes keras dari atlet, pelatih, dan pengurus KONI Sumsel, yang merasa dikecewakan oleh pelayanan tidak profesional dari penyedia katering.

Protes dan Tindakan Tegas

Terkait insiden tersebut, Dispora Sumsel bersama KONI Sumsel segera mengadakan rapat tertutup untuk membahas masalah ini. Kepala PPK Pengadaan Dispora, Once, menyebutkan bahwa pihaknya telah memanggil pemilik katering dalam rapat tersebut. “Berdasarkan fakta di lapangan, memang ada pengiriman nasi yang sudah basi, dan kami sudah menyampaikan kepada pihak perusahaan katering untuk tidak mengulanginya lagi. Jika terjadi lagi, kami akan memutus kontrak mereka,” ujar Once pada Jumat, 5 Juli 2024.

Selain pengiriman makanan basi, katering yang beralamat di Jalan Veteran Palembang juga pernah terlambat mengirim makan siang. Seharusnya dikirim pukul 12.00 WIB, namun baru diantar pukul 14.10 WIB. Para atlet dan pelatih juga menilai makanan yang disajikan kurang memiliki asupan gizi yang cukup. “Kami sangat terkejut dan kesal karena disuruh makan nasi yang sudah basi. Makanan yang disajikan juga kurang memiliki asupan gizi yang cukup, dan pengiriman makanan sering terlambat, padahal kami berlatih dari pagi hingga siang yang menguras banyak energi,” keluh salah satu atlet.

Penyidikan dan Rencana Tindakan Hukum

Pemerhati Gizi Atlet Sumsel, Rahman, mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti masalah ini karena diduga pengadaan makanan tidak melalui proses yang benar sesuai aturan. Rahman juga berencana berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk mengambil langkah-langkah hukum agar kasus serupa tidak terulang dan konsumen tidak dirugikan. “Kami akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum karena investigasi kami menunjukkan bahwa pengadaan makanan dan minuman atlet tidak melalui proses lelang atau penunjukan langsung, padahal anggarannya di atas satu miliar rupiah. Aparat hukum harus mengambil tindakan agar permasalahan ini tidak terulang,” kata Rahman.

Pengecekan dan Rekomendasi YLKI

Ketua YLKI Sumsel, Taufik Husni, berencana melakukan somasi dan pengecekan lapangan di tempat usaha katering tersebut untuk memastikan proses pembuatan makanan memenuhi standar. Jika ditemukan ketidaksesuaian, pihaknya akan merekomendasikan pemutusan kontrak. “Kami akan berkoordinasi dengan instansi terkait dan melakukan pengecekan lapangan. Jika ditemukan ketidaksesuaian, kami akan melayangkan somasi,” kata Taufik.

Tanggapan DPD Asosiasi Perusahaan Jasa Boga Indonesia

DPD Asosiasi Perusahaan Jasa Boga Indonesia (APJI) Sumsel, Susi Sulaiha, menambahkan bahwa pengusaha katering harus memenuhi pesanan konsumen dengan baik dan profesional, terutama untuk makanan atlet yang akan berlaga di PON yang memerlukan asupan gizi yang baik. “Pihak pengusaha katering harus mengikuti acuan yang diinginkan konsumen terkait menu makan, terutama untuk makanan atlet yang membutuhkan asupan gizi baik agar dapat mencapai prestasi gemilang,” ujar Susi.

Sikap Pemilik Katering

Hingga berita ini diturunkan, pemilik Katering C yang beralamat di Jalan Veteran Palembang belum memberikan komentar terkait insiden tersebut. Sikap diam ini semakin menambah kekesalan dan kekecewaan para atlet dan pelatih yang telah dirugikan.

Kesimpulan

Insiden makanan basi ini menyoroti pentingnya profesionalisme dan standar tinggi dalam pelayanan katering, terutama untuk atlet yang membutuhkan asupan gizi optimal. Dengan tindakan tegas dari Dispora, KONI, YLKI, dan APJI, diharapkan kejadian serupa tidak terulang dan para atlet dapat fokus berlatih untuk meraih prestasi terbaik di PON XII.

Editor
:
Sumber
:

Berita Terkait

Pariwisata

Mendagri Tito Karnavian Minta Pemkab Tapteng Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascabencana

Pariwisata

KPK Respons Pelaporan Etik Eks Wamenaker Noel Terkait Pengalihan Status Tahanan Yaqut

Pariwisata

Tragedi di Madinah: Bus Jamaah Indonesia Terbakar, Pihak Berwenang Masih Selidiki

Pariwisata

Presiden Prabowo Antarkan PM Malaysia Anwar Ibrahim ke Halim, Perkuat Hubungan Indonesia-Malaysia

Pariwisata

Presiden Prabowo dan Ray Dalio Bahas Strategi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lewat Investasi Internasional

Pariwisata

Debut Gemilang Beckham Putra! Timnas Indonesia Unggul 2-0 atas Saint Kitts and Nevis di Babak Pertama