Menelusuri Jejak Sejarah: Bangunan Bersejarah yang Masih Berdiri Kokoh di Medan

BITVonline.com - Jumat, 12 Juli 2024 04:13 WIB

MEDAN -Kota Medan merupakan ibu kota Provinsi Sumatera Utara yang memiliki beragam bangunan bersejarah. Dari beberapa bangunan bersejarah itu, ada yang menjadi lokasi destinasi wisata. Meski sudah berusia puluhan dan ratusan tahun, bangunan-bangunan tersebut masih kokoh berdiri dan telah melampaui zaman. Berikut adalah ulasan mengenai beberapa bangunan bersejarah yang masih kokoh berdiri di Kota Medan:

1. Istana Maimun

Istana Maimun, didirikan pada tahun 1888, merupakan simbol kejayaan Kesultanan Deli. Perpaduan arsitektur Melayu, Islam, India, dan Eropa menjadikan istana ini salah satu landmark ikonik di Medan. Istana Maimun berdiri kokoh di atas lahan seluas 2.772 meter persegi, dengan 30 ruangan termasuk ruang tahta dan kamar tidur Sultan. Langit-langit tinggi, ukiran kayu yang rumit, dan dekorasi indah menghiasi setiap sudut istana. Istana ini menjadi tempat yang wajib dikunjungi untuk menelusuri jejak sejarah Medan.

Jam Operasional: 04.00 – 00.00Lokasi: Sisingamangaraja, Kecamatan Medan Kota, Kota Medan.Harga: Gratis2. Gedung London Sumatera (Lonsum)

Gedung London Sumatera, dibangun pada tahun 1906, merupakan simbol kejayaan kolonialisme Belanda. Arsitektur Eropa klasik dengan fasad megah mencerminkan kekuatan perusahaan kolonial pada masa itu. Gedung ini menjadi pusat kegiatan perdagangan dan perkebunan pada masa kolonial Belanda, dan kini menjadi salah satu destinasi wisata bersejarah di Medan.

Jam Operasional: 08.00 – 17.00Lokasi: Jalan Jenderal Ahmad Yani No. 5, Medan, Sumatera UtaraHarga: Rp 5.000 / orang3. Kantor Pos Medan

Kantor Pos Medan dibangun dengan arsitektur eklektik yang memadukan gaya Eropa dan Melayu. Fasad simetris dengan detail rumit mencerminkan kemegahan arsitektur Eropa klasik, sementara ornamen Melayu seperti kubah dan lengkungan menunjukkan pengaruh budaya lokal. Awalnya berfungsi sebagai kantor pos dan telekomunikasi pada masa kolonial Belanda, kantor pos ini kini juga menjadi destinasi wisata budaya dengan fasilitas modern seperti kafe dan galeri seni.

Jam Operasional: 07.00 – 22.00Lokasi: Jalan Pos Medan No. 21, Medan, Sumatera UtaraHarga: Gratis4. Tjong A Fie Mansion

Dibangun pada tahun 1895, Tjong A Fie Mansion merupakan kediaman pribadi Tjong A Fie, seorang pengusaha Tionghoa ternama di Medan. Arsitektur mansion ini memadukan gaya Tionghoa, Melayu, dan Eropa. Sejak tahun 2009, mansion ini diubah menjadi museum yang memamerkan berbagai koleksi artefak berharga.

Jam Operasional: 09.00 – 17.00Lokasi: Jl. Jend. Ahmad Yani No.105, Kesawan, Kec. Medan Bar., Kota Medan, Sumatera UtaraHarga:Dewasa: Rp 35.000Anak-anak: Rp 20.000Pelajar: Rp 15.0005. Menara Air Tirtanadi

Dibangun pada tahun 1918, Menara Air Tirtanadi adalah salah satu landmark bersejarah di Medan dengan arsitektur Art Nouveau yang menyerupai kastil. Menara ini berfungsi sebagai penyedia air bagi kota Medan dan kini menjadi destinasi wisata bersejarah.

Jam Operasional: 09.00 – 16.00Lokasi: Jl. Sisingamangaraja No.1, Ps. Baru, Kec. Medan Kota, Kota Medan, Sumatera UtaraHarga: Rp 5.000 / orang6. Tjong Yong Hian Gallery

Dibangun pada tahun 1911 oleh Tjong Yong Hian, galeri ini menjadi rumah bagi berbagai koleksi artefak dan peninggalan bersejarah yang menceritakan kejayaan masa lalu kota ini. Arsitektur bangunannya yang megah memadukan gaya Tionghoa dan Eropa, menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

Jam Operasional: 08.00 – 17.00Lokasi: Jl. Kejaksaan, Petisah Tengah, Kec. Medan Petisah, Kota Medan, Sumatera UtaraHarga: Gratis7. Museum Negeri Sumatera Utara

Dibangun pada tahun 1954 dan diresmikan pada tahun 1982, museum ini menyimpan koleksi benda-benda bersejarah dan artefak budaya dari berbagai daerah di Sumatera Utara. Museum ini menawarkan ruang pamer prasejarah, etnografi, seni rupa, dan numismatik.

Jam Operasional: 08.30 – 16.00Lokasi: Jl. HM. Joni No.51, Teladan Bar., Kec. Medan Kota, Kota Medan, Sumatera UtaraHarga: Rp 5.000 / orang8. Bank Indonesia Medan

Gedung Bank Indonesia Medan, dulunya dikenal sebagai De Javasche Bank, didirikan pada tahun 1910 dengan arsitektur bergaya Neo-Klasik yang megah. Gedung ini menjadi saksi bisu perjalanan panjang sistem keuangan di Indonesia dan kini menjadi salah satu destinasi wisata bersejarah di Medan.

Menelusuri bangunan bersejarah di Kota Medan memberikan pengalaman unik yang tidak hanya menawarkan keindahan arsitektur, tetapi juga menggambarkan perjalanan panjang sejarah kota ini. Setiap bangunan memiliki cerita tersendiri yang menambah kekayaan budaya dan warisan sejarah Medan.

(N/014)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Pariwisata

BTN Salurkan 6 Juta KPR, Laba Tumbuh 22,6 Persen di Kuartal I 2026

Pariwisata

Kejati Sumsel Geledah Tiga Lokasi Kasus Sungai Lalan, Sita Dokumen dan Barang Elektronik

Pariwisata

Natalius Pigai Tolak Pelaporan JK ke Polisi: Tidak ada Manfaatnya

Pariwisata

Hakim PN Medan Vonis Seumur Hidup Kurir Narkoba 10 Kg Sabu

Pariwisata

Kejati Aceh Tahan 4 Tersangka dan Periksa 67 Saksi Kasus Korupsi Beasiswa BPSDM, Kerugian Negara Capai Rp14 Miliar

Pariwisata

Wakil Wali Kota Medan Tekankan Dua Fokus: Perkuat Layanan Kesehatan dan Berantas Narkoba