Aliansi Pemuda Pati Tegaskan Komitmen Kawal Pemilu 2024 Bebas Politik Uang dan Jujur

- Senin, 18 November 2024 08:46 WIB

PATI- Aliansi Pemuda dan Penggerak Desa Kabupaten Pati menegaskan komitmennya untuk mengawal jalannya demokrasi di Pemilu 2024 agar terhindar dari praktik politik uang dan memastikan pemilu berjalan dengan jujur dan adil. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah pertemuan yang digelar di Aula Puri, Kecamatan Pati, yang dihadiri oleh Wahyu Putra, seorang tokoh penggerak desa sekaligus pemimpin aliansi tersebut.

Dalam acara tersebut, Wahyu menyampaikan keprihatinannya terkait maraknya praktik politik uang yang telah mewarnai proses Pemilu Presiden dan Legislatif 2024, termasuk di Kabupaten Pati. Menurutnya, politik uang tidak hanya merusak integritas demokrasi, tetapi juga menciptakan ketidakadilan yang merugikan masyarakat.

“Praktik politik uang merusak integritas demokrasi dan melanggengkan ketimpangan sistem politik. Ini adalah tantangan besar yang harus kita hadapi bersama,” ujar Wahyu, tegas.

Aliansi Pemuda dan Penggerak Desa Kabupaten Pati menganggap Pemilu 2024 harus menjadi momen pembelajaran bagi seluruh elemen bangsa. Selain soal politik uang, mereka juga menyoroti pentingnya menjaga netralitas institusi seperti TNI, Polri, KPU, dan Bawaslu, terutama dalam Pemilihan Gubernur Jawa Tengah (Pilgub Jateng) yang akan datang.

Wahyu menilai, dengan adanya kandidat yang memiliki latar belakang dari institusi keamanan, potensi intervensi politik sangat mungkin terjadi, dan itu harus diawasi dengan ketat agar tidak merusak integritas pemilu.

“Kita tidak bisa membiarkan netralitas institusi terancam, karena itu adalah fondasi kepercayaan masyarakat terhadap demokrasi,” tegasnya.

Aliansi ini juga mendukung penuh penerapan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 136/PPU-XXII/2024 yang menegaskan pentingnya netralitas pejabat daerah, Aparatur Sipil Negara (ASN), kepala desa, serta aparat keamanan dalam pemilu. Wahyu menekankan bahwa implementasi putusan ini harus diawasi secara ketat dan dijalankan tanpa kompromi.

“Putusan ini adalah langkah maju dalam menjaga keadilan pemilu. Semua pihak harus berkomitmen menjalankannya tanpa kompromi,” lanjutnya.

Sebagai bagian dari generasi muda yang berasal dari desa-desa di Kabupaten Pati, aliansi ini merasa memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi garda terdepan dalam mencegah praktik politik uang dan pelanggaran lainnya. Mereka juga berkomitmen untuk bekerja sama dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM), dalam mengawal pemilu yang bersih dan bermartabat.

“Dari Pati, kami berdiri tegak sebagai penjaga demokrasi. Demi masa depan bangsa, kami akan terus bergerak,” pungkas Wahyu dengan penuh semangat.

Dengan semangat tersebut, Aliansi Pemuda dan Penggerak Desa Kabupaten Pati bertekad menjadi bagian dari solusi dalam menciptakan pemilu yang tidak hanya bebas dari politik uang, tetapi juga menjamin keadilan, transparansi, dan partisipasi aktif masyarakat.

(JOHANSIRAIT)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Berita

Polisi Ungkap Perampokan Toko Emas di Tapaktuan dalam 24 Jam, Pelaku Oknum Anggota Polri

Berita

Aceh Borong Tiga Penghargaan Nasional, Muzakir Manaf Raih Pena Emas FPRMI

Berita

PWI Pusat Desak Hotman Paris Hormati Martabat Wartawan, Minta Klarifikasi ke Publik

Berita

Komisi III DPR Tegaskan Penetapan Tersangka Febrie Adriansyah Tak Perlu Izin Presiden

Berita

Ketum Kesthuri Gugat Lagi KPK, Penetapan Tersangka Kini Diuji di PN Jaksel

Berita

Usai 28 Tahun Tertunda, Blok Masela Akhirnya Masuk Tahap Konstruksi, Produksi Dibidik 2029