May Day 2024, Suara Buruh Bergema Menuntut Keadilan

BITVonline.com - Senin, 29 April 2024 08:33 WIB

JAKARTA  -Ribuan buruh bersiap untuk memadati Jakarta dan sejumlah kota besar di Indonesia pada 1 Mei 2024, bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day. Aksi besar ini dipimpin oleh Presiden Partai Buruh dan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, yang menegaskan pentingnya tuntutan buruh yang merata dan adil di berbagai sektor pekerjaan.

Kendati berbagai kota akan menjadi panggung perjuangan buruh, Jakarta menjadi fokus utama dengan aksi di Istana Negara mulai pukul 9.30 hingga 12.30 WIB. Lebih dari 50 ribu peserta kemudian akan melanjutkan pergerakan mereka ke Stadion Madya Senayan untuk merayakan May Day Fiesta, menandai semangat solidaritas dan perjuangan bersama.

Tuntutan Buruh: Cabut Omnibus Law dan Hapus OutSourcing Tolak Upah Murah (HOSTUM)

Ada dua tuntutan utama yang disuarakan oleh peserta May Day 2024. Pertama, adalah penolakan terhadap Omnibus Law UU Cipta Kerja yang dinilai memberikan dampak negatif terhadap hak-hak pekerja. Kedua, adalah tuntutan untuk menghapus praktik outsourcing yang memunculkan upah murah, yang dianggap merugikan kesejahteraan buruh secara luas.

Said Iqbal secara tegas menyoroti berbagai alasan yang melatarbelakangi tuntutan ini. Mulai dari konsep upah minimum yang kembali ke arah upah murah, faktor outsourcing yang tidak terbatas jenisnya, hingga permasalahan kontrak yang berulang-ulang dan pesangon yang dinilai tidak adil bagi buruh yang di-PHK.

Dampak Kebijakan Upah Murah dan Praktik Outsourcing

Kebijakan upah murah yang dinilai tidak sejalan dengan pertumbuhan ekonomi dan inflasi mengakibatkan penurunan signifikan dalam daya beli dan kesejahteraan buruh. Dengan pertumbuhan ekonomi yang naik namun kenaikan upah yang stagnan, kondisi ini memunculkan ketidakadilan sosial yang dirasakan oleh buruh di berbagai sektor.

Praktik outsourcing yang memberikan ruang luas bagi pengusaha untuk mempekerjakan dengan upah rendah juga menjadi sorotan utama. Buruh menuntut keadilan dan kepastian dalam pekerjaan serta upah yang sesuai dengan kontribusi dan kinerja mereka.

Semangat May Day: Solidaritas dan Perubahan

May Day 2024 bukan hanya sekadar aksi, tetapi juga momentum untuk menggalang solidaritas antarburuh dalam menuntut perubahan nyata dalam kebijakan ketenagakerjaan. Partai Buruh dan KSPI mengajak semua pihak untuk mendukung gerakan ini sebagai bagian dari upaya bersama menuju sistem ketenagakerjaan yang lebih adil, berkeadilan, dan berkelanjutan.

Harapan untuk Masa Depan

Dalam menghadapi May Day 2024, buruh Indonesia mengharapkan respons yang positif dan konstruktif dari pemerintah dan pihak terkait. Penyelesaian yang adil terhadap tuntutan yang disuarakan diharapkan menjadi langkah awal untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih baik bagi seluruh buruh di Indonesia.

May Day 2024 bukan hanya tentang hari libur, tetapi juga tentang perjuangan yang terus berlanjut demi kesejahteraan dan martabat pekerja. Semangat solidaritas dan keadilan terus menggelora, mengingatkan kita semua akan pentingnya menghargai kontribusi dan hak-hak buruh sebagai bagian integral dari pembangunan nasional.

(N/014)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Berita

34 Tahun di Pencak Silat, Prabowo Lepas Jabatan Ketum IPSI Demi Fokus Jadi Presiden

Berita

Mahasiswa Unika Tenggelam di Air Terjun Situmurun, Pencarian Belum Membuahkan Hasil

Berita

Ijeck Sebut Trek Berbatu Lebih Menantang, Tetap Tampil Maksimal di Sprint Rally Sumut

Berita

Bahlil Pastikan Harga BBM dan LPG Subsidi Tak Naik, Pemerintah Cari Cara Jaga Stabilitas

Berita

Kemarau 2026 Lebih Panjang dan Kering, BMKG Minta Waspadai Ancaman Karhutla

Berita

Erick Thohir Dukung Sugiono Pimpin IPSI, Targetkan Pencak Silat Tembus Olimpiade