Kadispenad Bantah Klaim OPM: Sopir yang Dibakar di Papua Tengah Bukan Anggota TNI

BITVonline.com - Sabtu, 15 Juni 2024 09:13 WIB

PAPUA -Organisasi Papua Merdeka (OPM) kembali menyeret isu sensitif dengan klaim kontroversial terkait insiden di Kabupaten Paniai, Papua Tengah. Pada Selasa lalu (11/6), mereka mengumumkan melalui akun media sosial @Revolutions1977 bahwa seorang sopir yang tewas ditembak dan dibakar adalah anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI). Namun, klaim ini langsung dibantah oleh pihak militer.

Menurut OPM, korban bernama Serka Rusli yang diidentifikasi melalui foto yang diunggah, namun pihak TNI menegaskan bahwa informasi ini hanyalah hoaks. Brigjen Kristomei Sianturi dari Dinas Penerangan Angkatan Darat (Dispenad) menegaskan bahwa Serka Rusli masih dalam keadaan sehat dan sedang bertugas di Yonif 753/AVT.

“Foto Prajurit yang diunggah melalui akun @Revolutions1977 bukanlah korban penembakan seperti yang diklaim OPM,” ungkap Kristomei dalam pernyataannya. “Korban sebenarnya bernama Daeng Rusli asal Makassar, dan tewas dalam kejadian tragis yang melibatkan kekejaman OPM, yang juga merupakan pelanggaran HAM berat,” tambahnya.

Insiden ini menunjukkan eskalasi ketegangan di Papua, dimana OPM secara terus-menerus memicu ketidakstabilan dengan klaim-klaim yang sulit diverifikasi. Tindakan OPM dalam menyebarkan informasi palsu dinilai tidak hanya merugikan secara moral, tetapi juga memperburuk kondisi keamanan di wilayah tersebut.

Kristomei mengecam keras tindakan OPM dan menyatakan bahwa disinformasi semacam ini tidak dapat dibiarkan. “Akun @Revolutions1977 jelas-jelas telah memberikan informasi palsu dan disinformasi kepada masyarakat,” tegasnya.

Kondisi Papua telah lama menjadi sorotan internasional, dengan konflik berkepanjangan antara kelompok separatis dan pemerintah Indonesia. Upaya perdamaian dan penegakan hukum di wilayah ini terus menjadi tantangan yang kompleks, dengan klaim-klaim semacam ini hanya memperumit situasi yang sudah tegang.

Para analis menyoroti perlunya transparansi dalam penanganan konflik Papua serta kesadaran akan pentingnya memastikan kebenaran informasi sebelum menyebarluaskannya. Sementara itu, masyarakat sipil dan pihak berwenang diharapkan dapat bersama-sama mengatasi tantangan ini demi mencapai perdamaian yang berkelanjutan di tanah Papua.

Dengan berbagai pihak terus memantau situasi ini, termasuk respons internasional yang berpotensi terlibat, upaya untuk menanggulangi propaganda dan hoaks menjadi semakin penting. Papua, sebagai bagian integral dari Indonesia, membutuhkan pendekatan yang komprehensif untuk mengatasi konflik yang telah mengakar dalam di sana.

(N/014)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Berita

Indonesia Tanggap Bencana: Kementan Kirim 15 Ton Pangan untuk Myanmar

Berita

Arus Balik Lebaran 2025 Terpantau Padat di Jalur Lingkar Nagreg, Rekayasa Lalu Lintas Diterapkan

Berita

Menteri Karding Beri Penghargaan kepada Sugianto atas Aksi Heroiknya

Berita

Vadel Badjideh Cabut Kuasa Hukum dari Razman Arif Nasution, Keluarga Ungkap Alasan Keputusan

Berita

Update! Tanah Longsor Terjang Jalur Pacet-Cangar, 2 Orang Tewas Terjebak Pikap di Jurang

Berita

Resmi Mualaf, Ruben Onsu Khusyuk Salat Perdana di Musala Al Helmiah, Bangun Kenangan untuk Ibunda