Oleh:Dr. Rido Hermawan, M.Sc.
REALITAS YANG DIHADAPI
Setiap bangsa punya janji kepada rakyatnya.
Baca Juga: Jelang 2 Tahun Prabowo-Gibran, Angka Kemiskinan Indonesia Turun Jadi 8,07 Persen Para pendiri bangsa ini sudah menuliskannya dengan sangat jelas di dalam Pembukaan UUD 1945: melindungi seluruh rakyat, menyejahterakan kehidupan, mencerdaskan anak bangsa, dan ikut menjaga perdamaian dunia.
Ini bukan sekadar hafalan saat upacara bendera. Ini adalah kontrak kerja negara yang harus dibuktikan setiap hari.
Namun, mari kita bertanya dengan jujur: sejauh mana janji itu sudah dirasakan?
Kita memang patut bersyukur, di tengah dunia yang sedang kacau, ekonomi kita masih bisa tumbuh sekitar 5 persen.
Tapi, coba kita lihat apa yang terjadi di layar bursa saham kita.
Pada 16 Oktober 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 11,57 persen ke level 5.199.
Ini adalah kejatuhan terparah dalam sehari sejak krisis moneter tahun 1998 silam.
Sepanjang tahun 2026, nilai pasar saham kita hilang lebih dari 30 persen, membuat kita menjadi salah satu pasar terburuk di dunia.
Nilai rupiah juga ikut terpuruk hingga menembus Rp 18.070 per dolar AS.
Halaman :
Warning: Undefined variable $max_pages in
/home/u604751480/domains/bitvonline.com/public_html/amp/detail.php on line
259
Warning: Undefined variable $max_pages in
/home/u604751480/domains/bitvonline.com/public_html/amp/detail.php on line
259