Oleh:Werdha Candratrilaksita
PRABOWO Subianto tampaknya mulai menemukan jarak yang dianggap paling aman dengan Joko Widodo.
Tidak terlalu jauh sehingga kehilangan manfaat politik dari pengaruh mantan presiden itu, tetapi juga tidak terlalu dekat sehingga pemerintahannya terus-menerus dibaca sebagai perpanjangan kekuasaan Jokowi.
Baca Juga: HUT ke-81 TNI di Labuhanbatu, Bupati Fery: Bersama Rakyat Kita Jaga Daerah Tetap Aman Polanya terlihat dalam beberapa perombakan terakhir. Sejumlah figur yang memiliki jejak kuat bersama Jokowi tidak sepenuhnya dikeluarkan dari lingkar kekuasaan.
Mereka tetap dirangkul, tetapi sebagian dipindahkan dari posisi yang mempunyai kewenangan eksekutif sangat besar menuju jabatan yang lebih dekat pada fungsi koordinasi, pemberian pertimbangan, atau pendampingan presiden.
Pada saat bersamaan, Prabowo mulai memasukkan lebih banyak figur dari orbit politiknya sendiri, termasuk mereka yang selama ini bergerak di luar pagar partai politik.
Prabowo tidak sedang meninggalkan Jokowi. Ia sedang mengatur jaraknya.
Listyo Sigit Prabowo dapat dibaca melalui pola tersebut. Ia bukan orang yang jauh dari Jokowi.
Selain pernah menjadi ajudan, Jokowi pula yang memilihnya menjadi Kapolri pada 2021.
Dalam konfigurasi terakhir, Listyo tidak dikeluarkan dari kekuasaan, melainkan dipindahkan menjadi Kepala Staf Kepresidenan. Pratikno mengalami pola hampir serupa.
Sepuluh tahun menjadi Menteri Sekretaris Negara Jokowi membuatnya menjadi salah satu figur yang paling dekat dengan pusat kekuasaan pemerintahan sebelumnya.
Pada pemerintahan Prabowo, ia sempat menjadi Menko PMK, sebelum kemudian bergeser menjadi Ketua Dewan Pertimbangan Presiden.
Halaman :
Warning: Undefined variable $max_pages in
/home/u604751480/domains/bitvonline.com/public_html/amp/detail.php on line
259