Oleh:Ija Suntana
SECARA sederhana, nasihat dan kritik sering kali diperlakukan sebagai sesuatu yang sama.
Namun, secara epistemik, moral, dan praktis, nasihat dan kritik berdiri di atas fondasi yang sangat berbeda.
Baca Juga: Wantimpres dan Bisikan di Balik Pintu Istana Nasihat lahir dari orientasi perbaikan. Sedangkan, kritik lahir dari orientasi penilaian. Perbedaan ini penting karena menentukan arah suatu percakapan.
Nasihat bertanya, "Bagaimana keadaan ini bisa menjadi lebih baik?" Sedangkan kritik bertanya, "Apa yang salah dari keadaan ini?"
Keduanya tidak selalu bertentangan, tetapi keduanya tidak identik.
Kata kritik berasal dari bahasa Yunani kritikos, yang berarti "mampu menilai", "mampu membedakan", atau "mampu menghakimi".
Akar katanya adalah krinein, yang berarti memisahkan, membedakan, memutuskan, atau mengadili.
Dari akar kata ini lahir berbagai istilah seperti criterion (kriteria), crisis (krisis yang menuntut keputusan), dan critique.
Sejak awal kemunculannya, kritik memang tidak dirancang untuk membangun jalan keluar.
Kritik dirancang untuk melakukan pembedaan antara yang dianggap benar dan yang dianggap salah, antara yang dianggap baik dan yang dianggap buruk.
Kritik adalah instrumen evaluasi. Ia bekerja seperti pisau analisis yang membedah suatu keadaan agar kelemahannya terlihat.