Oleh:Eben E. Siadari
PRABOWO pernah berkata, ia tidak suka membaca pidato resmi. Ia bahkan pernah berkelakar, bukan hanya hadirin yang bosan mendengar teks pidato yang dibacakan.
Ia sendiri pun mengantuk membacanya.
Baca Juga: Harga Cabai dan Ayam Naik Hari Ini, Bawang hingga Daging Sapi Justru Turun Namun, ketika menyampaikan pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR pada 14 Agustus 2026, Prabowo tampaknya memilih tunduk pada teks pidato resmi.
Hampir sepanjang pidato mata Parbowo tidak lepas dari pengial baca (telepromter). Meskipun demikian, tidak sepanjang waktu dia bertahan.
Ada kalanya ia juga melakukan improvisasi. Di sini letak menariknya.
Pidato resmi, seperti pidato kenegaraan di depan Sidang Tahunan MPR selalu memiliki dua wajah.
Wajah pertama adalah naskah resmi yang disusun oleh tim birokrasi. Ia selalu tersusun dengan bahasa diplomatik yang rapi.
Wajah kedua adalah performa sang orator di atas podium.
Prabowo, sebagaimana kebiasaannya, kerap berimprovisasi menekankan hal tertentu dari pidato yang disampaikannya.
Improvisasi itu dimaksudkan memperdalam apa yang dikatakan oleh teks, atau untuk menekankan pentingnya pesan yang disampaikan.
Itu berarti membaca pikiran Prabowo tidak boleh hanya mendasarkan analisis pada lembaran kertas formal atau teks berjalan di alat pengial baca.
Halaman :
Warning: Undefined variable $max_pages in
/home/u604751480/domains/bitvonline.com/public_html/amp/detail.php on line
259
Warning: Undefined variable $max_pages in
/home/u604751480/domains/bitvonline.com/public_html/amp/detail.php on line
259
Warning: Undefined variable $max_pages in
/home/u604751480/domains/bitvonline.com/public_html/amp/detail.php on line
259