Oleh:Ija Suntana
LUMRAH saja, dalam politik, selalu ada angka yang naik dan ada angka yang turun.
Hari ini seorang politisi berada di puncak elektabilitas. Besok bisa digeser tokoh lain.
Baca Juga: Prabowo Bakal Kumpulkan Seluruh Kepala Daerah, Ada Agenda Besar Apa? Minggu depan bisa berubah lagi. Itulah sifat politik demokrasi.
Elektabilitas bergerak mengikuti dinamika masyarakat, pemberitaan media, kondisi ekonomi, bahkan suasana psikologis publik.
Karena itu, tidak ada alasan bagi pemerintah, terutama presiden, yang sedang menjabat untuk kehilangan fokus hanya karena muncul survei yang menunjukkan ada tokoh lain dengan elektabilitas lebih tinggi.
Mengapa? Karena presiden tidak dipilih untuk memenangkan survei.
Presiden dipilih untuk menjalankan pemerintahan. Ini dua pekerjaan yang berbeda.
Survei berbicara tentang kemungkinan masa depan.
Pemerintahan berbicara tentang tanggung jawab hari ini. Yang satu mengukur peluang politik, yang lain menyelesaikan persoalan rakyat.
Jangan sampai keduanya tertukar.
Kalau harga cabai sedang mahal, orang cenderung kesal. Kalau lapangan kerja sedang sulit, orang menjadi pesimistis.