Oleh:Werdha Candratrilaksita
KORUPTOR di negeri ini agaknya tidak mudah kehilangan selera humor.
Ketika ditangkap, ia mungkin berhenti tersenyum untuk sementara, meskipun sesekali masih melambaikan tangan ke arah sorotan kamera.
Baca Juga: Mau Pinjam Modal Usaha? KUR BNI 2026 Tawarkan Bunga 6 Persen, Berikut Syarat dan Simulasi Angsurannya Ketika dijatuhi hukuman, ia tinggal menghitung kalender, menunggu remisi dan pembebasan bersyarat.
Ketika mengetahui bahwa sebagian kekayaannya masih aman atas nama keluarga, perusahaan, orang kepercayaan, atau entah siapa, senyumnya dapat kembali mengembang.
Terlebih, pelaksanaan pidana berlangsung di balik tembok penjara, sementara akses pengawasan eksternal tidak selalu terbuka.
Memangnya siapa yang setiap saat dapat memastikan seorang terpidana benar-benar menjalani hukumannya di penjara?
Penjara mungkin membuat koruptor kehilangan kebebasan selama beberapa tahun, jika benar-benar berada di balik jeruji.
Namun, jika hasil korupsinya masih dapat dinikmati setelah keluar, hukuman penjara hanya menyerupai cuti panjang yang biaya makan dan pengamanannya ditanggung negara.
Terlebih, berbagai kasus pernah menunjukkan bahwa fasilitas dan izin khusus untuk keluar dari penjara pun dapat diperjualbelikan dengan melibatkan petugas penjara.
Saya teringat dengan film Fist of Legend (1994), yang diperankan Jet Li sebagai Chen Zhen.
Di akhir film, Chen Zhen membunuh Jenderal Fujita, perwira Jepang yang bertanggung jawab atas kematian gurunya.
Halaman :
Warning: Undefined variable $max_pages in
/home/u604751480/domains/bitvonline.com/public_html/amp/detail.php on line
259