Oleh:Dr. Rika Hardani, M.Si. Dosen.
BELAKANGAN ini, ada satu fenomena sosial yang terasa semakin nyata di tengah kehidupan masyarakat Indonesia: banyak orang tampak lelah secara emosional.
Kelelahan ini tidak selalu terlihat. Ia tidak selalu muncul dalam bentuk tangisan, keluhan, atau pengakuan bahwa seseorang sedang mengalami masalah psikologis.
Baca Juga: UMKM Wajib Tahu! KUR BNI 2026 Tawarkan Bunga Rendah dan Tenor hingga 5 Tahun Sering kali kelelahan emosional hadir dalam bentuk lain: mudah marah, cepat tersinggung, sinis terhadap kebijakan, pesimis terhadap masa depan, serta kecenderungan menanggapi berbagai informasi secara impulsif.
Kita dapat melihatnya dalam berbagai peristiwa yang terjadi beberapa waktu terakhir.
Ketika muncul isu kenaikan harga bahan bakar, penyesuaian tarif, kenaikan biaya pendidikan, perubahan aturan bantuan sosial, atau kebijakan publik lainnya, ruang publik segera dipenuhi reaksi emosional.
Sebagian masyarakat langsung menolak. Sebagian lainnya membela. Tidak sedikit yang saling menyerang.
Padahal sering kali substansi kebijakan belum sepenuhnya dipahami.
Di sisi lain, pemerintah juga kerap dianggap kurang memberikan penjelasan yang memadai sebelum kebijakan diumumkan.
Akibatnya, masyarakat merasa tidak dilibatkan, sementara pemerintah merasa kebijakannya ditolak bahkan sebelum sempat dijelaskan.
Yang muncul kemudian adalah lingkaran yang tidak sehat: masyarakat semakin tidak percaya, pemerintah semakin defensif, dan komunikasi publik menjadi semakin buruk.
Masyarakat yang Sedang Menanggung Banyak Beban
Halaman :
Warning: Undefined variable $max_pages in
/home/u604751480/domains/bitvonline.com/public_html/amp/detail.php on line
259
Warning: Undefined variable $max_pages in
/home/u604751480/domains/bitvonline.com/public_html/amp/detail.php on line
259