Oleh:Natalius Pigai.
PADA musim panas, el nino mengancam ekosistem dan kehidupan. Pada musim hujan la nina memporak-poranda kehidupan. Tsunami, letusan gunung, lahar dan badai menyapu bersih, dan mampu menggoncangkan bumi tempat di mana manusia tinggal, lahir, tumbuh dan berkembang.
Fenomena-fenomena alam ini sulit ditebak dan bisa menjadi murka ketika alam tidak bersahabat, tetapi juga berkat di saat alam lagi riang. Semua bergantung manusia!
Baca Juga: Pemerintah Susun Rencana Induk Pemulihan Pascabencana Sumatera hingga 2028 Indonesia selalu dihantam badai bertubi-tubi. Kian hari alam makin beringas. Rentetan bencana alam, gempa, meletusnya gunung serta berbagai peristiwa seakan-akan alam ini mau menyampaikan pesan kepada manusia di negeri ini bahwa dia masih hidup dan bergerak.
Dalam ilmu filsafat telah diajarkan bahwa manusia adalah wujud nyata alam mini, sementara alam merupakan perwujudan manusia yang memiliki organ-organ hidup. Alam itu hidup dan bergerak ibarat manusia.
Amerika Serikat dan Eropa memiliki gejala alam seperti kekeringan bisa membawa dampak positif berupa peningkatan kegiatan ekonomi.
Demikian juga musim hujan, dan hubungan antara curah hujan dan produktivitas pertanian yang konsisten juga memiliki dampak terhadap kesehatan seperti el nino telah dikaitkan dengan efek signifikan pada polusi udara di China Timur.
Sebuah studi yang diterbitkan di jurnal Nature menemukan bahwa kekeringan mungkin memiliki peran dalam 21 persen dari semua konflik sipil antara tahun 1950 dan 2004, dan bahwa konflik sipil baru di daerah tropis dua kali lebih mungkin timbul pada musim kering ketimbang la nina.
Karena panasnya terik mentari mempengaruhi sifat manusia menjadi makin buas dan beringas dibandingkan musim hujan di mana manusia berteduh dan termenung, membangun harmoni di bawah peraduan, bisa menikmati angin sepoi-sepoi di pegunungan dan nyiur melambai di tepian pantai.
Para peneliti menunjukkan bahwa tekanan ekonomi dari musim panas, dan juga stres akibat bencana alam yang disebabkan kekeringan, dapat menekan jiwa manusia, yang terkadang bisa menyebabkan perilaku agresif.
Salah satu efek utama yang terkait dengan el nino adalah meningkatnya potensi kebakaran di Indonesia juga di luar negeri seperti peristiwa legendaris, Ash Wednesday (abu di hari Rabu) pada tahun 1983 dikaitkan dengan el nino di Australia. Atau peristiwa Black Saturday (2009).
Di masa lalu manusia dan alam adalah sahabat abadi, saling membutuhkan dan saling bergantung.