Oleh:Ahmad Doli Kurnia Tandjung
SAYA memberi apresiasi sekaligus menyampaikan terima kasih kepada Ketua DPR RI, Puan Maharani, yang di dalam pidato Pembukaan Masa Sidang DPR hari ini, 10 Maret 2026, mengucapkan belasungkawa atas wafatnya pemimpin tertinggi Republik Islam Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Serta atas keprihatinan beliau terhadap krisis perang yang terjadi saat ini.
Baca Juga: Empat Mantan Kaper Dukung Penggeledahan yang Dilakukan Kejagung di Kantor Ombudsman dan Rumah Komisioner Kita semua tahu bahwa dalam empat tahun terakhir ini, konflik dan perang terus berlangsung di berbagai belahan dunia, bahkan semakin eskalatif.
Mulai perang Rusia-Ukraina, agresi militer Israel di Gaza, invasi AS terhadap Venezuela, hingga perang AS-Israel vs Iran, serta serangan Israel ke Lebanon, bahkan mulai meluas ke Jazirah Arab.
Tentu ini meresahkan seluruh umat manusia di dunia, termasuk kita di Indonesia. Konflik tersebut bahkan sudah mulai menimbulkan krisis ekonomi dunia, termasuk di negara kita.
Oleh karena itu, kita tidak bisa lagi berdiam diri. Indonesia selama ini dikenal dunia sebagai negara anti-penjajahan dan senantiasa memperjuangkan perdamaian. Indonesia juga dihormati dan disegani karena kita menjadi salah satu negara pelopor gerakan Non-Blok.
Bahkan konsep kebijakan Bebas-Aktif yang selama ini diperankan Indonesia selalu mendapat pujian.
Sikap dan kebijakan itu diilhami dari premis dan cita-cita kita sebagai sebuah bangsa, seperti yang termaktub dalam Mukaddimah UUD 1945 yang menyatakan bahwa "Penjajahan harus dihapuskan di muka bumi" dan "Kita harus ikut menjaga ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial".
Selanjutnya, setelah mendengar aspirasi yang telah banyak disampaikan oleh tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI), saatnya DPR berbicara lebih tegas dan konkret.
Tegas dan konkret dimaksud dalam upaya menindaklanjuti pidato Ketua DPR, lalu dengan menyatakan pendapat, menjadi sikap resmi institusi DPR, guna memberi support moral dan dukungan politik sepenuhnya kepada pemerintah.
Khususnya dukungan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk mengambil langkah-langkah strategis dalam upaya mengakhiri perang.