Oleh: Yakub F. Ismail
DUNIA seolah dibuat tidak percaya setelah Israel dibantu Amerika Serikat (AS) dengan cepat dan tanpa aba-aba langsung menyerang Teheran, ibu kota Iran, yang langsung menewaskan pemimpin tertinggi negara tersebut, yakni Ayatollah Ali Khamenei dan sejumlah elite penting lainnya.
Sontak, kabar tersebut mengguncang masyarakat dunia karena kejadiannya yang berlangsung tiba-tiba dan tanpa didahului pemanasan seperti perang-perang pada umumnya.
Baca Juga: Polres Nias Selatan Gelar Tes Urine Mendadak, 30 Personel Dinyatakan Negatif Narkoba Serangan yang berlangsung sejak Sabtu, 28 Februari 2026 itu pun langsung menggemparkan masyarakat global.
Kecemasan beraduk sedikit ketidakpercayaan memenuhi alam pikiran dan batin sebagian besar orang. Bahkan, hingga kini, masih banyak yang belum percaya jika Imam Khomeini telah meninggal dalam serangan tersebut, meskipun media resmi pemerintah Iran telah mengumumkan itu secara terbuka.
Adapun, eskalasi perang yang cepat dan ancaman disertai meluasnya perang ke kawasan Timur Tengah diprediksi bakal membuat banyak negara memilih bersikap hati-hati, serta cenderung diam.
Namun, apa yang menarik justru di luar dugaan. Di tengah ketegangan itu, Presiden Prabowo Subianto justru mengambil sikap berbeda. Ia menunjukkan sikap empati dan spontan yang mengejutkan.
Dengan cepat ia menyatakan kesiapan untuk bergegas ke Teheran guna membuka ruang mediasi.
Sepintas, langkah ini menimbulkan pro-kontra di masyarakat, tidak hanya masyarakat dalam negeri, melainkan juga di luar negeri.
Sebagian ada yang mencemooh, karena menganggapnya terlalu berani atau bahkan mustahil melerai pertikaian yang melibatkan negara-negara dengan kemampuan militer dan teknologi perang canggih seperti Iran, Israel, dan AS.
Tetapi bagi Prabowo, perdamaian adalah barang mahal dan bukan milik ekslusif sebagian orang. Ia bukan sekadar retorika diplomatik, melainkan panggilan moral.
Baginya, Indonesia sebagai negara besar dengan tradisi politik bebas aktif, memiliki tugas besar dan rasa tanggung jawab untuk ikut dalam menjaga stabilitas global.