Oleh: Raman Krisna
SAYA bukan pejabat, bukan ahli politik, dan bukan orang berpendidikan tinggi. Saya hanya rakyat kecil yang melihat dunia dengan hati dan akal sehat. Tetapi justru dari sudut pandang orang biasa, saya melihat satu kenyataan pahit: PBB semakin kehilangan makna sebagai penjaga perdamaian dunia.
Baca Juga: Indonesia Luncurkan Global Citizenship of Indonesia, Skema Baru Atasi Polemik Kewarganegaraan Ganda Organisasi yang seharusnya melindungi manusia dari kekejaman dan perang justru sering terlihat tidak berdaya—atau sengaja dibuat tidak berdaya—di hadapan negara-negara kuat.
1. Hak Veto: Senjata yang Membunuh Keputusan Dunia
PBB dibentuk dengan prinsip persamaan antar-negara. Tetapi ketika lima negara pemegang hak veto—AS, Inggris, Perancis, Rusia, dan Cina—mengangkat tangan, seluruh keputusan dunia bisa dibatalkan.
Satu negara bisa membatalkan suara dari 190 negara lainnya.
Inilah ironi terbesar PBB. Negara kuat memutuskan, negara lemah hanya bisa berharap.
Gedung PBB. (foto: Wikipedia)
2. Palestina: Simbol Kegagalan PBB yang Paling Jelas