Guru Sejahtera, Pendidikan Berkualitas, Bangsa Bermartabat

Redaksi - Jumat, 28 Maret 2025 07:34 WIB

Warning: getimagesize(): SSL operation failed with code 1. OpenSSL Error messages: error:0A000438:SSL routines::tlsv1 alert internal error in /home/u604751480/domains/bitvonline.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(): Failed to enable crypto in /home/u604751480/domains/bitvonline.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://bitvonline.com/cdn/uploads/images/2025/03/_6500_Guru-Sejahtera--Pendidikan-Berkualitas--Bangsa-Bermartabat.png): Failed to open stream: operation failed in /home/u604751480/domains/bitvonline.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u604751480/domains/bitvonline.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u604751480/domains/bitvonline.com/public_html/amp/detail.php on line 172

Oleh:Thoriq Tri Prabowo

BANGSA yang bermartabat hanya dapat diwujudkan oleh masyarakat yang sejahtera dan terdidik. Sementera itu, pendidikan berkualitas hanya mampu difasilitasi oleh para guru yang berkualitas--yang sudah barang tentu mereka pun harus sejahtera juga.

Hal itu mengisyaratkan bahwa hampir mustahil mewujudkan pendidikan yang berkualitas serta bangsa yang berkualitas tanpa memperhatikan kesejahteraan para guru. Mengupayakan kesejahteraan mereka merupakan satu langkah pasti untuk menggenjot kualitas pendidikan yang bermuara pada lahirnya para penerus bangsa berkualitas unggul, kelak.

Pemerintahan kabinet Presiden Prabowo Subianto mengusung semangat Astacita, yakni misi untuk mewujudkan Indonesia emas 2045. Adapun salah satu poin pentingnya berkaitan dengan pembangunan sumber daya manusia, yakni poin nomor empat yang berbunyi 'memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas'. Untuk mewujudkannya, pendidikan yang berkualitas mutlak harus diupayakan.

Beberapa paket kebijakan, yang diluncurkan pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tentang peningkatan kesejahteraan guru patut diapresiasi, sebagai langkah progresif yang menyentuh akar persoalan kesejahteraan pendidik di Indonesia.

Adapun beberapa kebijakan strategis yang dimaksud antara lain penyaluran tunjangan guru aparatur sipil negara (ASN) daerah langsung ke rekening guru dan program rumah untuk guru Indonesia.

Guru merupakan salah satu elemen kunci dalam ekosistem pendidikan. Mereka tidak lain merupakan garda terdepan dalam mencerdaskan bangsa. Ironisnya, mereka sering kali dihadapkan pada tantangan kesejahteraan. Sudah banyak cerita pilu mengenai pengabdian seorang guru yang acap kali tidak sebanding dengan kesejahteraan yang mereka dapatkan. Upaya peningkatan kesejahteraan guru itu, menurut Mendikdasmen, harus selaras dengan peningkatan profesionalisme mereka.

TRANSFER LANGSUNG TUNJANGAN KE REKENING GURU

Persoalan kesejahteraan guru di Indonesia telah menjadi ironi dalam potret pendidikan kita sejak lama. Guru, yang menjadi ujung tombak untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, justru kerap terjebak dalam ketidakpastian insentif. Mereka tidak hanya harus mengajar, mendidik, dan mengembangkan karakter positif generasi muda, tetapi juga harus bergelut dengan sistem birokrasi yang rumit serta berbelit.

Sebelumnya, pada periode 2010 sampai 2024, penyaluran tunjangan dilakukan melalui jalur rekening kas umum daerah (RKUD). Selanjutnya, penyaluran akan dilakukan langsung ke rekening guru dengan harapan terdapat peningkatan efektivitas dan efisiensi.

Sebelumnya, acap kali kita jumpai di media sosial mengenai kisah dari para guru yang mengaku belum menerima tunjangan setelah berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan dari waktu yang seharusnya. Dalam situasi itu, tunjangan yang sejatinya diharapkan menjadi penopang kesejahteraan malah berubah menjadi ketidakpastian. Padahal, tunjangan tersebut bukan sekadar angka dalam rekening bank, melainkan penghidupan sekaligus harapan bagi para guru untuk menjalankan peran mulia mereka dengan penuh dedikasi.


Editor
: Adelia Syafitri

Tag:

Berita Terkait

Opini

Samosir Rayakan Hari Jadi ke-22, TP PKK Simalungun Apresiasi Kemajuan Daerah

Opini

Rekonstruksi Pendidikan Sumut: BEM SI Dorong Aksi Nyata Menuju Indonesia Emas 2045

Opini

Kapolri Listyo Sigit: Kami Siap Dievaluasi dan Dikritik demi Dekat dengan Masyarakat

Opini

KSAD Maruli Simanjuntak Ingatkan Perwira TNI: Jangan Bagi Ruang Pelanggaran, Hanya Menguras Energi

Opini

Komisi X DPR Tegaskan MBG Tak Ganggu Anggaran Pendidikan, Justru Tambah Sarpras & Kesejahteraan Guru

Opini

BiiFest 2026 Resmi Dibuka, ICMI Bogor Dorong Generasi Unggul Menuju Indonesia Emas 2045