Breaking News! Saka Tatal Tiba di Padepokan Agung Amparan Jati untuk Ritual Sumpah Pocong!

Redaksi - Jumat, 09 Agustus 2024 07:11 WIB

CIREBON –Saka Tatal, mantan terpidana kasus Vina, tiba di Padepokan Agung Amparan Jati, Desa Lurah, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, untuk melaksanakan ritual sumpah pocong. Kedatangannya yang didampingi oleh keluarga dan pengacara, Titin Prialianti, menjadi sorotan media di tengah persiapan ritual yang berlangsung.

Saka Tatal yang terlihat mengenakan kemeja dan celana panjang berwarna gelap, menyapa awak media dengan senyuman ketika tiba di lokasi. Dalam kesempatan tersebut, Saka tidak banyak berbicara dan lebih banyak diam, mengikuti arahan Titin untuk masuk ke dalam padepokan.

Saat wartawan menanyakan persiapannya untuk ritual sumpah pocong, Saka hanya menjawab singkat, “Tidak ada persiapan. Siap aja Saka mah,” sambil tersenyum. Pernyataan ini mencerminkan sikap tenang Saka menjelang pelaksanaan ritual yang dianggap sebagai cara untuk membuktikan kebenaran di tengah kontroversi kasus yang melibatkannya.

Sebelumnya, diberitakan bahwa ritual sumpah pocong ini disiapkan untuk dua orang, yaitu Saka Tatal dan Iptu Rudiana. Namun, hingga saat berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi mengenai kehadiran Kapolsek Kapetakan, Iptu Rudiana, dalam acara tersebut. Meski demikian, pihak padepokan tetap mempersiapkan ritual untuk dua peserta dengan menyiapkan berbagai keperluan ritual seperti kain kafan dan bumbu-bumbu mayit.

Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa pihak padepokan telah menyiapkan tiga lapis kain kafan untuk masing-masing peserta, yakni Saka Tatal dan Iptu Rudiana. Kain kafan tersebut sudah dilengkapi dengan bumbu-bumbu seperti bubuk kayu cendana, kapur barus, daun pandan, dan bunga setaman. Selain itu, tali pocong dari daun kawung (aren) juga telah disiapkan. Sanusi, asisten pemilik Padepokan Agung Amparan Jati, menjelaskan bahwa ritual ini biasanya berlangsung selama satu jam.

Sanusi juga menambahkan bahwa ritual sumpah pocong yang akan digelar hari ini setelah salat Jumat ini berkaitan dengan kasus Vina Cirebon yang tengah viral. Menurutnya, pihak-pihak yang akan bersumpah merasa perlu untuk membuktikan kebenaran dari pernyataan dan kesaksian yang telah mereka sampaikan ke publik.

Ritual ini sendiri bermula dari pernyataan Iptu Rudiana yang menyatakan kesiapannya untuk melaksanakan sumpah pocong guna membuktikan kebenaran yang ia yakini. Awalnya, Rudiana membantah tuduhan yang dialamatkan kepadanya terkait rekayasa kasus pembunuhan Vina dan Eky tahun 2016, serta tuduhan penyiksaan terhadap terpidana. Pernyataan tersebut disampaikan Rudiana dalam jumpa pers di Keraton Kacirebonan beberapa waktu lalu.

Kuasa hukum Saka Tatal, Farhat Abbas, menanggapi pernyataan Rudiana dengan serius dan merencanakan pelaksanaan ritual sumpah pocong. Farhat mengundang Rudiana untuk turut serta dalam ritual tersebut. Namun, hingga saat ini, Rudiana belum memberikan pernyataan resmi mengenai kehadirannya.

Jika Iptu Rudiana tidak hadir, pihak Saka Tatal memastikan bahwa ritual sumpah pocong akan tetap dilaksanakan sesuai rencana. 

Ritual sumpah pocong ini menjadi titik perhatian publik dalam upaya membuktikan kebenaran di tengah kompleksitas kasus hukum yang melibatkan Saka Tatal dan Iptu Rudiana. Meski ritual ini belum tentu menyelesaikan seluruh kontroversi, namun acara ini diharapkan bisa memberikan pencerahan dan kejelasan bagi masyarakat terkait tuduhan yang beredar.

(N/014)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Olahraga

Hadiri Penutupan KKNT FH UNA, Bupati Baharuddin Tekankan Pentingnya Kesadaran Hukum dan Generasi Muda Produktif

Olahraga

Tinjau Huntap hingga Infrastruktur di Tapanuli, Wapres Gibran dan Gubernur Bobby Nasution Turun Langsung ke Lapangan

Olahraga

1,4 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judi Online, Kemensos Gencarkan Penelusuran dan Berikan Ruang Klarifikasi

Olahraga

IHSG Dibuka Menguat 0,40 Persen, Sempat Tembus Level 6.700 pada Awal Perdagangan

Olahraga

Ekspansi Global ke Rusia, Pupuk Indonesia Jajaki Pembangunan Pabrik Urea Strategis di Vladivostok

Olahraga

Desil DTSEN Sempat Berubah Drastis Akibat 12 Juta Data Baru, Kemensos Pastikan Data Kembali Stabil