Parah! Demi Cuan Jadi Polisi Gadungan Sampai Datangi Sekolah-Lapas Untuk Sosialisasi

BITVonline.com - Selasa, 13 Agustus 2024 07:35 WIB

SULSEL –Seorang wanita berinisial MA, berusia 31 tahun, ditangkap oleh pihak kepolisian di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Selatan, pada Senin (13/8) sekitar pukul 13.00 WITA. MA ditangkap karena mengaku sebagai seorang polisi berpangkat Inspektur Polisi Dua (Iptu), lengkap dengan seragam kepolisian yang dipakainya.

Penangkapan Berdasarkan Laporan Masyarakat

Kasat Reskrim Polres Polewali Mandar, AKP M. Reza, mengungkapkan bahwa penangkapan terhadap MA dilakukan setelah adanya laporan dari masyarakat. “Kami telah mengamankan wanita yang mengaku sebagai polwan berpangkat perwira,” ujar Reza dalam keterangan kepada kumparan, Selasa (13/8). Selain itu, seragam kepolisian yang digunakan oleh MA juga telah disita oleh pihak kepolisian.

Pengakuan dan Cara Mendapatkan Seragam

MA mengaku telah berpura-pura sebagai polwan sejak akhir tahun 2023. Ia memperoleh seragam kepolisian berpangkat Iptu tersebut dengan cara menjahitnya sendiri dan memesan atribut lainnya secara online.

Sosialisasi ke Sekolah dan Lapas

Kasus ini terungkap setelah adanya kecurigaan dari masyarakat setempat. MA diketahui pernah mengunjungi sekolah dasar (SD) dan lembaga pemasyarakatan (Lapas) di Polman untuk melakukan sosialisasi. “Pelaku masuk ke sekolah dan lapas untuk sosialisasi serta memberikan motivasi,” jelas Reza. Namun, tindakan MA menimbulkan kecurigaan di kalangan petugas Lapas dan para guru, yang akhirnya melaporkan aktivitas tersebut kepada polisi.

Motif di Balik Penyamarannya

Dalam pemeriksaan, MA mengungkapkan bahwa ia menyamar sebagai polwan karena tidak ingin disaingi dalam menjalankan bisnisnya. MA diketahui menjalankan usaha penjualan alat tulis kantor (ATK). “Dia menyewa ruko dan menjual ATK. Namun, ada pihak lain yang ingin mengambil alih ruko tersebut untuk menjalankan bisnis serupa,” jelas Reza.

Untuk mencegah persaingan bisnis, MA memutuskan untuk berpura-pura sebagai seorang polwan berpangkat Iptu. Dia juga mengunjungi sekolah dan lapas untuk menunjukkan bahwa dia benar-benar seorang polwan agar bisa mengamankan posisi bisnisnya.

Tidak Ada Penipuan atau Korban

Meskipun MA telah melakukan tindakan pemalsuan identitas, Reza menjelaskan bahwa selama ini MA tidak pernah terlibat dalam penipuan atau kejahatan lainnya dengan mengaku sebagai polwan. “Saat ini, dia hanya diwajibkan untuk melapor. Tidak ada korban atau pihak yang dirugikan secara langsung karena pengakuannya sebagai polwan, ini lebih karena persaingan bisnis semata,” ujar Reza.

Kasus ini menyoroti betapa seriusnya dampak dari tindakan penipuan identitas, meskipun dalam konteks bisnis. Penangkapan MA menunjukkan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap tindakan yang mencurigakan dan perlunya verifikasi terhadap klaim identitas yang tidak jelas.

(N/014)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Olahraga

Kuliner Malam di Medan: 8 Spot Seafood Pinggir Jalan yang Wajib Dicoba

Olahraga

BI Tingkatkan Remunerasi Kas Pemerintah, Upaya Baru Kendalikan Beban Bunga Utang Negara

Olahraga

Isu Reshuffle Menkeu Menguat, Pengamat: Masalah Utama Bukan Figur tapi Beban Fiskal Negara

Olahraga

Di Tengah Ledakan AI, Muncul Strategi Baru agar Manusia Tak Kehilangan Kendali

Olahraga

Istana Belum Ganti Dua Wamen Tersangkut Kasus, Mensesneg Sebut Masih Tunggu Evaluasi Kebutuhan

Olahraga

Mensesneg Ingatkan Pesan Prabowo: Pejabat Wajib Berbenah dan Tegakkan Integritas Lawan Korupsi