JAKBAR -Rumah Sakit Polri (RS Polri) menggelar proses rekonsiliasi atau pencocokan data untuk identifikasi 14 kantong jenazah korban kebakaran yang terjadi di Glodok Plaza, Jakarta Barat, pada Rabu (15/1/2025). Proses rekonsiliasi ini dilakukan untuk memastikan identitas para korban yang hingga kini masih belum teridentifikasi.
Kepala RS Polri Brigjen Prima Heru Yulihartono menyampaikan bahwa tahap pencocokan data antemortem dan postmortem ini penting untuk memastikan hasil identifikasi jenazah yang akurat. “Ada 14 kantong jenazah dan hari ini sedang ada rekonsiliasi,” ungkap Prima, Jumat (31/1).
Rekonsiliasi jenazah merupakan bagian dari proses Identifikasi Korban Bencana (DVI), yang mana pihak berwenang mencocokkan data sebelum dan setelah kematian korban untuk memperoleh hasil identifikasi yang lebih tepat.
Saat ini, RS Polri telah berhasil mengidentifikasi tiga korban dari 14 kantong jenazah yang terlibat dalam kebakaran tersebut, yang mengakibatkan banyaknya korban hilang. Identifikasi ini dilakukan dengan memeriksa DNA dan data medis korban. Tiga korban yang berhasil teridentifikasi adalah:
Zukhi Fitria Rahdja (42)Aulia Belinda Kurapak (28)Osima Yukari (29)
Sementara itu, proses identifikasi terhadap kantong jenazah lainnya, yang berisi potongan tubuh, masih berlangsung. Berikut adalah daftar nama korban yang masih dalam pencarian identitasnya:
Ade Aryati (29)Sinta Amelia (20)Aldrinas (29)Aulia Belinda (28)Osima Yukari (29)Deri Saiki (25)Indira Seviana Bela (25)Keren Shalom J (21)Intan Mutiara (26)DestyZukhi Radja (42)Chika Adinda Yustin (26)Muljadi (56)Dian Cahyadi (38)
Kebakaran di Glodok Plaza ini mengakibatkan kerugian besar, dan proses identifikasi jenazah ini menjadi langkah penting bagi pihak berwenang untuk memberikan kepastian bagi keluarga korban yang masih mencari informasi terkait orang yang mereka cintai. (dtk) (n/014)