JAKARTA – Pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni, membantah anggapan bahwa tim berjuluk La Albiceleste selalu mendapat keuntungan dari keputusan wasit di ajang Piala Dunia.
Menurutnya, tudingan tersebut sudah muncul sejak Argentina meraih gelar juara dunia pada 1986 dan terus berulang hingga Piala Dunia 2026.
Dalam keterangannya yang dikutip dari Marca, Scaloni mengatakan narasi bahwa Argentina mendapat perlakuan istimewa bukanlah hal baru.
Baca Juga: Duel Penentu Semifinal! Inggris Jumpa Norwegia, Argentina Tantang Swiss "Sikap meremehkan dan favoritisme wasit terhadap tim nasional Argentina sudah sejak 1986. Mereka mengatakan kami diistimewakan. Itu bukan hal baru," kata Scaloni.
Menurut pelatih berusia 48 tahun itu, Argentina merupakan salah satu tim yang selalu menjadi sorotan setiap kali tampil di Piala Dunia.
Karena itu, ia menilai wajar jika banyak pihak berharap timnya gagal melangkah jauh.
"Argentina adalah salah satu tim yang selalu menghidupkan turnamen, dan ya, ada cukup banyak orang yang tidak ingin Argentina menang, itu normal," tambahnya.
Argentina kembali menjadi salah satu kandidat kuat juara pada Piala Dunia 2026.
Tim yang telah mengoleksi tiga gelar juara dunia pada 1978, 1986, dan 2022 itu berhasil melaju hingga babak semifinal.
Namun, perjalanan Lionel Messi dan rekan-rekannya tidak lepas dari berbagai kontroversi.
Sejumlah keputusan wasit dalam beberapa pertandingan memicu perdebatan di kalangan pecinta sepak bola.
Di media sosial, muncul tudingan bahwa Argentina mendapat keuntungan dari keputusan pengadil lapangan.