MEDAN – Polemik terkait akomodasi peserta ASEAN Boys Championship U-19 di Medan, Sumatera Utara, kembali mencuat setelah adanya perbedaan pernyataan mengenai komitmen pembiayaan hotel bagi peserta turnamen tersebut.
Sekretaris PSSI Sumatera Utara, Yosephine Sembiring, menegaskan bahwa komitmen awal terkait fasilitas akomodasi merupakan kesepakatan antara panitia lokal dan Wali Kota Medan.
Namun, jika komitmen tersebut tidak dapat dipenuhi oleh pemerintah kota, maka tanggung jawab pelaksanaan telah diambil alih oleh panitia lokal bersama PSSI Sumut.
Baca Juga: Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK Usai OTT Dugaan Suap Pengurusan Izin Tinggal WNA "Setahu kami, komitmen tersebut adalah antara panitia lokal dan Wali Kota Medan. Jika komitmen tersebut tidak bisa ditanggungjawabi oleh Wali Kota Medan, maka kami bersama panitia lokal sudah mengambil alih tanggung jawab tersebut," kata Yosephine dalam keterangan pers, Senin (2/6/2026).
Ia menyayangkan munculnya polemik tersebut di ruang publik, mengingat turnamen ini menyangkut nama baik Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggara ajang internasional sepak bola kelompok usia muda.
Menurut Yosephine, seluruh pihak seharusnya tetap fokus pada kelancaran pelaksanaan turnamen.
Ia menilai keberlanjutan penyelenggaraan event internasional di daerah juga bergantung pada kepercayaan federasi dan mitra luar negeri terhadap kesiapan tuan rumah.
"PSSI menyayangkan hal ini terjadi, apalagi ke depan kami akan membawa pertandingan-pertandingan internasional ke daerah ini," ujarnya.
Ia menambahkan, penyelenggaraan turnamen harus tetap menjadi prioritas bersama demi menjaga citra Sumatera Utara, sekaligus mendukung pengembangan sepak bola nasional di tingkat daerah.
"Demi masyarakat Sumut, kami memastikan semua pihak dapat kembali berkonsentrasi pada ajang olahraga yang membawa nama bangsa kita," kata Yosephine.
Hingga kini, belum ada penjelasan resmi lanjutan dari Pemerintah Kota Medan terkait perbedaan informasi mengenai komitmen pembiayaan akomodasi tersebut.*