JAKARTA – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengungkapkan anggaran pemusatan latihan nasional (pelatnas) untuk ASEAN Games 2026 mengalami penurunan signifikan dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya pada 2022.
Dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (2/6/2026), Erick menyebut anggaran pelatnas tahun ini hanya mencapai Rp81,04 miliar. Angka tersebut turun sekitar 79 persen dibandingkan tahun 2022 yang mencapai Rp389,8 miliar.
"Tentu dengan segala keterbatasan kami, memang hari ini anggaran pelatnas yang ada hanya Rp81 miliar. Ini sangat jauh menurun," kata Erick dalam rapat tersebut.
Baca Juga: Mendikti Bongkar Skandal Riset Palsu, 4 Terduga Pelaku Ternyata Alumni S1 UNY Menurut Erick, pada ASEAN Games 2022 anggaran hampir Rp390 miliar digunakan untuk mendukung 31 cabang olahraga dengan total 415 atlet. Sementara pada ASEAN Games 2026, anggaran yang tersedia hanya Rp81,04 miliar untuk 33 cabang olahraga dan 361 atlet.
Meski demikian, terdapat peningkatan pada anggaran fasilitas pengiriman kontingen. Jika pada tahun 2022 anggaran pengiriman kontingen sebesar Rp41,27 miliar, maka pada 2026 meningkat menjadi sekitar Rp61 miliar.
Erick mengaku prihatin dengan kondisi tersebut mengingat ASEAN Games merupakan salah satu agenda multievent olahraga yang menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai keterbatasan anggaran dapat memengaruhi proses persiapan atlet menuju ajang olahraga terbesar di kawasan Asia tersebut.
"Ini juga menjadi direktif Presiden karena ASEAN Games merupakan multievent penting bagi Indonesia," ujarnya.
Menpora juga menyinggung capaian Indonesia pada ASEAN Games sebelumnya yang berhasil meraih tujuh medali emas. Dengan anggaran yang jauh lebih kecil saat ini, Erick mengakui tantangan yang dihadapi akan semakin berat.
Meski demikian, ia menegaskan tidak akan menyerah dan tetap berupaya memaksimalkan persiapan atlet nasional agar mampu bersaing di tingkat internasional.
"Dengan anggaran yang besar saja kita mendapatkan tujuh medali emas. Sekarang dengan Rp81 miliar tentu ada risiko yang harus dihadapi. Namun saya tidak menyerah, kami akan mencoba maksimal dengan keterbatasan dana yang ada," tegas Erick.
Pemerintah bersama Kemenpora kini tengah mencari strategi terbaik agar persiapan atlet tetap berjalan optimal meskipun menghadapi keterbatasan anggaran menjelang ASEAN Games 2026.*
(k/dh)