Polisi Lakukan Ekshumasi Jenazah Ade Nurul Fadilah Siswi Penerbangan Medan Usai Dugaan Penganiayaan

BITVonline.com - Selasa, 29 Oktober 2024 06:17 WIB

MEDAN -Pihak kepolisian memutuskan untuk melakukan ekshumasi terhadap jenazah Ade Nurul Fadilah, 19 tahun, siswi penerbangan di Sumatera Flight, menyusul dugaan adanya penganiayaan yang menyebabkan kematiannya. Keluarga korban melaporkan temuan lebam di tubuh Ade, termasuk di leher, punggung, dan rusuk, yang menyerupai tanda cekikan.

Latar Belakang Kasus

Ade Nurul Fadilah ditemukan meninggal pada 1 Oktober 2024. Keluarga menyebutkan bahwa kematian Ade terjadi secara mendadak, mengingat beberapa jam sebelum meninggal, ia masih berkomunikasi dengan mereka dan dalam keadaan sehat. Keluarga merasa tidak puas dengan penjelasan yang diberikan oleh pihak sekolah terkait kematian putri mereka, yang baru dua bulan menjalani pendidikan di lembaga pelatihan penerbangan tersebut.

Permintaan Ekshumasi

Pihak keluarga, melalui kuasa hukum mereka, Thomy Faisal, telah meminta agar jenazah Ade diautopsi untuk memastikan penyebab kematian. “Kami meminta agar dilakukan autopsi atau pembongkaran makam untuk mengetahui penyebab kematian korban,” ujar Thomy. Ia menekankan bahwa adanya lebam di tubuh Ade memicu kecurigaan akan kemungkinan penganiayaan.

Pernyataan Pihak Kepolisian

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi, menjelaskan bahwa ekshumasi akan dilakukan berdasarkan perkembangan data penyelidikan dan atas permintaan keluarga. “Ekshumasi adalah langkah penting dalam proses penyelidikan untuk menjadikan peristiwa ini terang. Kami akan memfasilitasi sesuai kebutuhan penyidik dan permintaan pihak keluarga,” kata Hadi.

Ekshumasi merupakan prosedur yang dilakukan oleh pihak berwenang untuk memeriksa mayat berdasarkan ilmu kedokteran forensik. Hal ini diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai penyebab kematian Ade dan mengungkap fakta-fakta di balik kasus ini.

Dugaan Penganiayaan

Lebam di tubuh Ade menjadi sorotan utama dalam penyelidikan. Keluarga berkeyakinan bahwa adanya tanda-tanda kekerasan tersebut menunjukkan bahwa kematiannya bukan karena sebab alami. “Kami merasa ada yang tidak beres dengan kondisi Ade sebelum ia meninggal,” kata seorang kerabat keluarga.

Sejak berita kematian Ade menyebar, dukungan dari masyarakat sekitar dan teman-teman sekelasnya di Sumatera Flight mengalir deras. Banyak yang berharap agar kasus ini ditangani dengan serius dan pelaku, jika terbukti ada, dapat segera diadili.

Harapan Keluarga dan Masyarakat

Keluarga Ade menunggu perkembangan lebih lanjut dari Polda Sumut terkait rencana ekshumasi dan autopsi. Mereka berharap agar proses ini dapat membantu mengungkap kebenaran mengenai penyebab kematian Ade.

“Semoga dengan ekshumasi ini, kita bisa mendapatkan kejelasan dan keadilan untuk Ade,” tambah Thomy. Kasus ini menjadi perhatian publik, mencerminkan kepedulian terhadap isu kekerasan di lingkungan pendidikan dan perlunya perlindungan bagi siswa.

Kematian Ade Nurul Fadilah menyoroti isu serius mengenai keselamatan dan perlindungan di lingkungan pendidikan. Ekshumasi yang direncanakan oleh kepolisian diharapkan dapat memberikan jawaban atas berbagai pertanyaan yang mengelilingi kematiannya. Proses hukum yang transparan dan adil menjadi harapan keluarga dan masyarakat untuk mendapatkan keadilan bagi Ade.

(N/014)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Olahraga

Di Balik Kasus BGN: Rapuhnya Sistem Merit Birokrasi

Olahraga

Kapan Puasa 1 Muharram 1448 H? Ini Niat dan Keutamaannya

Olahraga

UMKM Wajib Tahu! KUR BNI 2026 Pinjaman Rp100 Juta, Cicilan Mulai Rp1,9 Juta

Olahraga

Harga HP Samsung 2026 Berubah Lagi, Ini Daftar Lengkapnya!

Olahraga

Pemkab Tabanan Perkuat Peran Operator Desa untuk Publikasi Pembangunan Berbasis Data Presisi

Olahraga

Program Tiga Juta Rumah Dikebut, Bobby Nasution Minta Dukungan OJK Sumut