JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mendukung penuh upaya agar pencak silat dapat menjadi cabang olahraga yang dipertandingkan di Olimpiade.
Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Sabtu (11/4/2026).
Prabowo yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PB IPSI mengakui belum berhasil membawa pencak silat masuk Olimpiade selama masa kepemimpinannya. Namun, ia optimistis hal tersebut bisa terwujud di masa depan.
Baca Juga: Prabowo ke Rusia Besok, Akan Bertemu Vladimir Putin Bahas Energi dan Geopolitik Dunia "Saya minta maaf belum berhasil membawa pencak silat ke Olimpiade. Tapi kita terus berusaha, saya yakin pengganti saya nanti akan berhasil," ujar Prabowo.
Ia menegaskan bahwa pencak silat memiliki potensi besar untuk tampil di ajang olahraga terbesar dunia tersebut, termasuk dalam Olimpiade 2028 di Los Angeles.
Meski demikian, Prabowo mengingatkan agar pengembangan pencak silat tidak hanya berfokus pada target Olimpiade, tetapi juga menjaga kemurnian dan nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya.
"Kita berharap pencak silat akan masuk Olimpiade. Tapi kita tidak perlu terlalu obsesi, yang penting menjaga mutu dan kemurnian pencak silat," katanya.
Prabowo juga menyoroti peran Indonesia dalam mengembangkan pencak silat di kancah internasional. Menurutnya, banyak negara kini mulai mempelajari olahraga bela diri tersebut.
"Kita melatih negara lain seperti Vietnam dan Thailand, mereka jadi hebat dan bahkan pernah mengalahkan kita. Itu bagian dari tugas seorang guru," ucapnya.
Munas XVI PB IPSI 2026 sendiri digelar pada 10–11 April 2026 dengan agenda utama pemilihan ketua umum periode 2026–2030, sekaligus mendorong pencak silat agar dapat dipertandingkan di Olimpiade mendatang.*
(an/dh)