BINJAI – Kejuaraan Pencak Silat Hang Tuah Cup 2026 resmi dibuka di Binjai Supermall, Kamis (5/2).
Acara dibuka oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Binjai, H. Iwan Setiawan, S.E., M.Pd., mewakili Wali Kota Binjai.
Turnamen ini menjadi wadah pembinaan atlet muda sekaligus ajang promosi potensi pesilat di Kota Binjai.
Baca Juga: PWRI Kota Binjai Gelar Rakercab 2026, Dorong Lansia Tetap Produktif dan Kreatif Dalam sambutannya, Kadispora Binjai menekankan komitmen pemerintah kota untuk mendukung pembinaan atlet, penyediaan fasilitas olahraga, serta pemberian penghargaan bagi atlet berprestasi, termasuk di cabang olahraga pencak silat.
"Pemerintah Kota Binjai akan terus mendorong para atlet untuk berprestasi dan mengharumkan nama daerah, baik di tingkat nasional maupun internasional. Pencak silat adalah budaya asli Indonesia yang harus terus dilestarikan melalui pembinaan sejak usia dini," ujar Iwan Setiawan.
Sementara itu, Ketua Panitia Hang Tuah Cup 2026, Mad Tuah, S.H., menyatakan turnamen ini digelar sebagai sarana memperkuat solidaritas antarperguruan pencak silat, sekaligus memberikan kesempatan bagi atlet dari usia dini hingga dewasa untuk menunjukkan prestasinya.
Kejuaraan berlangsung selama empat hari, 5–8 Februari 2026, di Binjai Supermall.
"Melalui ajang ini, pencak silat dapat terus berkembang sebagai warisan budaya yang membentuk karakter bangsa yang berbudi luhur, tangguh, dan kuat. Kepada seluruh peserta, bertandinglah dengan semangat tinggi dan junjung sportivitas," katanya.
Ketua KONI Kota Binjai, Arfat, turut memberikan motivasi kepada para atlet agar menjadikan kejuaraan ini sebagai langkah awal untuk meraih prestasi lebih tinggi, sekaligus menguatkan posisi Binjai sebagai kota yang peduli pada pengembangan olahraga.
Hadir dalam acara pembukaan, Wakil Ketua IV Pengprov IPSI Sumatera Utara Dudung Abdurachman, Kabag Ops Kompol Kusnadi, para wasit, dan seluruh peserta kejuaraan.
Kejuaraan Pencak Silat Hang Tuah Cup 2026 menjadi salah satu upaya strategis pemerintah dan organisasi olahraga untuk mengembangkan prestasi atlet muda, melestarikan budaya, serta menanamkan nilai sportivitas sejak usia dini.*