MEDAN – PSMS Medan kembali menerima sanksi denda besar dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI pada Kompetisi Pegadaian Championship musim 2025/2026.
Kali ini, klub yang dikenal dengan julukan Ayam Kinantan itu harus membayar total Rp 45 juta akibat pelanggaran yang dilakukan oknum suporter saat pertandingan kandang.
Keputusan sanksi diumumkan setelah sidang Komdis PSSI meninjau insiden yang terjadi pada laga PSMS Medan melawan Adhyaksa FC di Stadion Utama Sumatra Utara, 11 Januari 2026.
Baca Juga: Ayah Tiri di Medan Diduga Lakukan Kekerasan Seksual terhadap Tiga Anak Perempuannya Sejak 2024, Polisi Amankan Pelaku Dua pelanggaran menjadi dasar denda ini.
Pelanggaran pertama terjadi ketika dua suporter PSMS Medan memasuki area belakang gawang Adhyaksa FC dari arah Tribun Selatan, yang dianggap membahayakan keamanan dan mengganggu jalannya pertandingan.
Komdis memutuskan denda Rp 30 juta untuk pelanggaran ini.
Selain itu, sepanjang pertandingan terdengar yel-yel provokatif bernada hinaan terhadap perangkat pertandingan dari sebagian suporter.
Komdis menambahkan denda Rp 15 juta untuk pelanggaran tersebut, sehingga total denda yang harus dibayar mencapai Rp 45 juta.
Presiden PSMS Medan, Fendi Jonathan, mengaku kecewa karena klub kembali menanggung sanksi akibat ulah oknum suporter.
"Kita kecewa karena kita kena denda itu lagi, itu lagi. Ini kita belum tahu juga di pertandingan terakhir lawan Bekasi, infonya ada lebih besar lagi," ujar Fendi, Senin (2/2/2026).
Fendi menegaskan, manajemen sudah berulang kali memberikan imbauan kepada suporter agar lebih tertib saat mendukung tim di stadion.
"Kita sudah menghimbau. Makanya nanti kita akan coba pendekatan lagi, bagaimana caranya supaya tidak merugikan satu sama lain," tambahnya.