BANGKA SELATAN – Sebanyak 1.300 pelari memeriahkan Basel Run 2026 yang digelar PWI Bangka Selatan bekerja sama dengan Pemkab Bangka Selatan pada Sabtu (31/1/2026).
Even ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) sekaligus HUT ke-23 Kabupaten Bangka Selatan.
Event lari ini mempertandingkan dua jarak, yakni 5 Kilometer (5K) dan 10 Kilometer (10K), dengan empat kategori: Umum Putra-Putri 10K, Umum Putra-Putri 5K, Master Putra-Putri 5K, dan Pelajar Putra-Putri 5K. Total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp46 juta.
Baca Juga: PWI Pusat Terima Patung Tirto Adhi Soerjo dan Samin Surosentiko, Semarakkan Hari Pers Nasional 2026 Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid, didampingi Kapolres AKBP Agus Arif Wijayanto, Dandim Letkol Inf Agus Wicaksono, serta jajaran PWI, secara resmi melepas peserta dari garis start.
"Terima kasih kepada kawan-kawan PWI yang telah menyelenggarakan Basel Run 2026 tanpa menggunakan APBD. Semoga ini menjadi agenda rutin yang dapat mendorong sport tourism sekaligus meningkatkan perekonomian lokal," ujar Riza.
Basel Run 2026 juga dihadiri atlet nasional Robi Syianturi, pemecah rekor half marathon Asia Tenggara, yang ikut meramaikan even lari ini.
Dari total peserta, sekitar 500 pelari datang dari luar Bangka Selatan, termasuk Bangka Barat, Kabupaten Bangka, Pangkalpinang, Belitung Timur, hingga Pulau Jawa.
Ketua PWI Bangka Selatan, Dedy Irawan, menyampaikan, event ini bagian dari kontribusi insan pers dalam mendukung pembangunan daerah melalui kegiatan positif yang melibatkan masyarakat luas.
Rute Basel Run sengaja melewati Pantai Batu Perahu, Pantai Kelisut, dan Batu Belimbing, sebagai upaya mempromosikan ikon wisata Bangka Selatan kepada pelari dari luar daerah.
"Dengan kegiatan ini, kami berharap perputaran ekonomi dari sektor perhotelan dan UMKM meningkat, sekaligus menjadikan Bangka Selatan dikenal sebagai destinasi sport tourism," kata Dedy.
Rangkaian kegiatan Basel Run sendiri berlangsung selama 10 hari hingga 1 Februari 2026, termasuk seminar dan kegiatan sosial yang melibatkan masyarakat setempat.*
(dh)