JAKARTA — Dalam dunia golf, istilah birdie menjadi salah satu pencapaian yang kerap dijadikan ukuran kemampuan seorang pemain.
Birdie terjadi ketika pegolf menyelesaikan satu hole dengan satu pukulan lebih sedikit dari par yang telah ditetapkan.
Istilah yang berasal dari slang Amerika pada awal abad ke-20 ini merujuk pada sesuatu yang dianggap "luar biasa".
Baca Juga: Pengamat Sesalkan Kodam I/BB Kelola Lapangan Golf: Pelanggaran UU TNI Dalam praktiknya, birdie menunjukkan bahwa seorang pemain berhasil menuntaskan permainan satu hole di bawah standar pukulan rata-rata.
Sebagai contoh, birdie dicapai apabila pegolf menyelesaikan hole par 3 dengan 2 pukulan, par 4 dengan 3 pukulan, atau par 5 dengan 4 pukulan.
Pencapaian ini biasanya ditandai dengan angka merah atau simbol khusus dalam sistem penilaian.
Par ditentukan berdasarkan jarak dari tee box ke green, termasuk estimasi dua pukulan putt untuk memasukkan bola.
Keberhasilan mencetak birdie menunjukkan bahwa pemain mampu melampaui standar umum permainan golf dan menjadi indikator penting dalam evaluasi performa pertandingan.
Untuk meraih birdie, pemain perlu menguasai sejumlah teknik dasar. Memahami karakter lapangan menjadi langkah pertama—mulai dari jarak, layout hole, hingga kondisi permukaan.
Pukulan tee yang akurat juga menjadi fondasi, karena posisi bola menentukan peluang menyelesaikan hole dengan cepat.
Di sisi lain, penguasaan short game seperti pitching dan chipping sangat membantu ketika pemain berada di sekitar green.
Keterampilan membaca kemiringan green dan mengatur kecepatan putt turut memperbesar peluang mencetak birdie.