PADANGSIDIMPUAN – Turnamen sepak bola Junedi Cup U-40 yang digelar di Stadion HM Nurdin, Kota Padangsidimpuan, memanas karena dugaan pengaturan skor yang dilakukan oleh tim Buset FC dan PSSM Salambua.
Pertandingan yang seharusnya menjadi ajang kompetisi sportif bagi pemain legenda ini, berakhir dengan skor 7-7, diduga sengaja untuk meloloskan kedua tim ke babak semi final.
Menurut Rizal Ashari Pasaribu, salah seorang pemain Bina Remaja Old Crack, pertandingan yang seharusnya menjadi teladan bagi generasi muda ini justru menimbulkan kekecewaan.
Baca Juga: Profil Rizky Ridho, Pemain Indonesia Pertama Masuk Nominasi FIFA Puskas Award! "Baru berjalan 10 menit, sudah terjadi jual-beli gol dengan skor 3-3. Kami sangat kecewa melihat tindakan ini. Stadion HM Nurdin seharusnya menjadi tempat menunjukkan sportifitas, bukan ajang sepak bola gajah," ujarnya.
Kejadian ini makin mencolok karena tim Buset Legend sempat memulai pertandingan hanya dengan 9 pemain, dan kemudian memasukkan dua pemain tambahan beberapa menit kemudian.
Susunan pemain yang turun di lapangan antara lain:- Penjaga gawang: Pinem- Pemain belakang: M. Gabel, Hamzah, Manden, Marshal- Pemain tengah: Bule, Faisal, Abdu, Julpahri- Pemain depan: Sotar Duga, Pand (kapten)
Wasit yang memimpin pertandingan dikonfirmasi tidak mengetahui adanya pengaturan skor sebelum laga berlangsung.
Sementara Junedi, selaku penyelenggara turnamen, menegaskan bahwa kedua tim berpotensi didiskualifikasi jika terbukti melanggar aturan.
"Kalau memang benar ada pengaturan skor, kedua tim akan digugurkan dari turnamen," ucap Junedi melalui sambungan telepon.
Ketua Asosiasi Kota (Askot) Padangsidimpuan, Paisal Ashabi, menegaskan pihaknya akan memproses laporan terkait insiden ini.
Hal tersebut terjadi setelah tim Bina Remaja Old Crack mengajukan surat protes resmi ke panitia Junedi Cup U-40 dan ke Askot.
Kasus ini menimbulkan perdebatan di kalangan pecinta sepak bola kota Padangsidimpuan, karena seharusnya turnamen kategori legenda menjadi contoh sportifitas dan motivasi bagi pemain muda.