BANTEN – Kontingen Paramotor Aceh mencatat sejarah gemilang dengan menyabet gelar Juara Umum pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Paramotor 2025 yang berlangsung di Lanud Gorda, Serang, Banten, pada 14–23 Oktober 2025.
Aceh tampil dominan dengan torehan empat medali emas dan satu medali perunggu, menjadikannya sebagai provinsi terbaik dalam ajang bergengsi tersebut.
Kemenangan ini menjadi bukti keberhasilan pembinaan olahraga udara yang konsisten dan terstruktur oleh Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Aceh di bawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh.
Baca Juga: Kolonel Dony Gredinand Tinjau Akademi Indonesia Sekolah Darurat Kartini dan Renovasi Fasilitas Belajar Kontribusi terbesar datang dari atlet andalan Aceh, Hening Paradigma, yang tampil luar biasa dengan meraih tiga medali emas dan satu medali perunggu, yaitu:- Medali Emas – Economic & Distance Foot Launch Solo- Medali Emas – Economic & Distance Wheel Launch Solo- Medali Emas – Navigasi Wheel Launch Solo- Medali Perunggu – Over All Presisi Wheel Launch Solo
Satu medali emas lainnya disumbangkan oleh Ken Kiham, yang berhasil menjuarai nomor lomba Navigasi Foot Launch Solo.
Pelatih Paramotor Aceh, Risky Hidayat, mewakili Ketua KONI Aceh Saipul Bahri atau yang akrab disapa Pon Yahya, menyatakan bahwa prestasi ini merupakan hasil kerja keras seluruh pihak, mulai dari atlet, pelatih, hingga dukungan penuh dari KONI dan FASI Aceh.
"Keberhasilan ini adalah bukti nyata dari pembinaan yang solid dan berkelanjutan. Para atlet kami telah membawa nama Aceh ke level tertinggi di kancah nasional," ujar Risky.
Ia juga menambahkan bahwa prestasi ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi atlet-atlet muda lainnya di Aceh untuk berprestasi di cabang olahraga paramotor dan olahraga dirgantara lainnya.
Dengan pencapaian ini, Aceh tidak hanya menegaskan eksistensinya di dunia olahraga udara nasional, tetapi juga membuka peluang lebih besar untuk bersaing di ajang internasional.
Dukungan dan pembinaan yang berkesinambungan menjadi kunci agar prestasi ini tidak berhenti di sini.*
(M/006)