LOMBOK TENGAH – Di balik gemuruh mesin dan sorak penonton di ajang MotoGP Mandalika 2025, ada peran penting yang dimainkan oleh para kru di belakang layar, khususnya para pit crew.
Meski bekerja di bawah tekanan tinggi dan menjadi elemen vital dalam performa pembalap, gaji tukang ganti ban hingga kepala kru ternyata tidak semewah yang dibayangkan.
Menurut laporan dari Sportscriber, gaji kru pit MotoGP berkisar antara USD 35.000 hingga USD 154.000 per tahun, atau sekitar Rp 578 juta hingga Rp 2,5 miliar (kurs Rp16.500 per USD).
Baca Juga: Pembalap MotoGP Sambangi SDN Ngolang, Ajak Siswa Belajar Safety Riding dan Budaya Lokal Angka ini mencakup berbagai posisi dalam tim, mulai dari mekanik, teknisi ban, ahli telemetri, hingga media officer.
Kepala kru merupakan posisi dengan bayaran tertinggi, yakni mencapai USD 154.000 per tahun.
Hal ini cukup wajar mengingat tanggung jawab besar yang mereka emban: mengatur strategi teknis, menerjemahkan masukan dari pembalap, hingga mengkoordinasi seluruh mekanik selama balapan berlangsung.
"Performa pembalap seperti Marc Marquez tak akan optimal tanpa peran kepala kru yang memahami karakter motor dan gaya balap secara mendalam," tulis laporan tersebut.
Sementara itu, mekanik, termasuk tukang ganti ban, disebut menerima gaji hingga USD 83.000 per tahun atau setara Rp 1,4 miliar.
Mereka bertugas memastikan kondisi motor dalam performa maksimal, mulai dari pergantian ban, pengecekan mesin, hingga setelan suspensi.
Namun perlu dicatat, angka-angka tersebut bukanlah standar tetap. Besaran gaji bisa berbeda-beda tergantung pada struktur dan kekuatan finansial tim.
Tim pabrikan besar seperti Ducati Lenovo atau Yamaha Monster Energy umumnya mampu menggaji kru lebih tinggi dibandingkan tim satelit atau independen.
Sebagai gambaran, pit crew di tim-tim elite seperti Ducati yang mengantarkan Francesco Bagnaia dan Marc Marquez berjaya di MotoGP 2025, kemungkinan menerima kompensasi lebih besar dibanding tim dengan anggaran terbatas.