DENPASAR — Kabar membanggakan kembali datang dari jajaran Kodam IX/Udayana, setelah salah satu prajurit terbaiknya, Serda I Kadek Adi Budiasta, berhasil mengukir prestasi gemilang di kancah internasional.
Dalam ajang Pencak Silat International Indonesia Champ 3rd yang diselenggarakan di Sumatra Utara pada 4–10 Agustus 2025, Serda Kadek meraih medali emas dan dinobatkan sebagai Pesilat Terbaik, mengungguli lebih dari 5.000 peserta dari 20 negara.
Serda Kadek, prajurit muda berusia 23 tahun asal Denpasar, Bali, merupakan anggota Satuan Bekangdam IX/Udayana.
Putra dari pasangan I Wayan Sukarsa dan Ni Nyoman Warniti ini telah menekuni seni bela diri pencak silat sejak usia lima tahun.
Dedikasinya dalam dunia silat telah membawanya menorehkan sejumlah prestasi baik di tingkat nasional maupun internasional.
Pada kejuaraan bergengsi ini, Serda Kadek menunjukkan performa luar biasa dengan menaklukkan lawan-lawannya hingga partai final, di mana ia menghadapi pesilat unggulan dari Myanmar.
Berbekal teknik matang dan mental juara, ia sukses memastikan kemenangan dan mengibarkan Merah Putih di podium tertinggi.
"Saya sangat bersyukur bisa menjuarai ajang internasional ini, meraih medali emas, dan dinobatkan sebagai atlet terbaik. Terima kasih kepada orang tua, keluarga, para pelatih, serta para komandan dan senior yang selalu memberikan motivasi sehingga saya bisa meraih prestasi ini," ujar Serda Kadek penuh rasa syukur.
Kepala Penerangan Kodam IX/Udayana, Kolonel Inf Candra, S.E., M.I.Pol., turut menyampaikan apresiasi atas pencapaian luar biasa tersebut.
"Selamat kepada Serda Kadek Adi Budiasta yang telah membawa nama baik Kodam IX/Udayana, TNI AD, dan tentunya Indonesia di kancah internasional. Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi seluruh prajurit untuk terus berprestasi di bidang apapun," ungkapnya.
Prestasi ini bukan hanya membanggakan satuan, namun juga menjadi bukti bahwa prajurit TNI tidak hanya tangguh di medan tugas, tetapi juga dapat menjadi duta budaya dan olahraga Indonesia di mata dunia, khususnya melalui pencak silat sebagai warisan luhur bangsa.*