JAKARTA - Gula sering kali dicap sebagai "musuh" kesehatan, terutama bagi mereka yang menghindari risiko obesitas dan diabetes.
Namun, di kalangan pelari dan atlet, gula—termasuk gula merah—kini mulai dipandang dari sudut berbeda. Bahkan disebut-sebut sebagai "doping alami" yang bisa membantu performa dan pemulihan usai latihan berat. Benarkah?
Mengutip laman Fast Running, tubuh manusia, terutama otak, memerlukan sekitar 120 gram glukosa per hari. Bagi pelari yang menjalani latihan intens, kebutuhan ini meningkat tajam. Glukosa dari gula berfungsi sebagai bahan bakar cepat serap, memberi lonjakan energi instan yang sangat dibutuhkan sebelum atau sesudah olahraga berat.
Gula Tidak Sepenuhnya Buruk
Menurut laporan dari Scientific Advisory Committee on Nutrition (SACN), konsumsi gula tambahan idealnya tidak melebihi 5% dari total energi harian atau sekitar 30 gram per hari. Namun, rekomendasi ini ditujukan untuk populasi umum. Atlet dan pelari yang aktif punya toleransi dan kebutuhan energi lebih tinggi.
Dalam konteks ini, gula—termasuk gula merah, madu, atau jus buah encer—bisa dimanfaatkan secara bijak, terutama dalam dua kondisi penting:
Sebelum latihan intensitas tinggi
Setelah latihan, untuk mengisi kembali cadangan glikogen
Gula Merah Sebagai Sumber Energi Alami
Gula merah termasuk karbohidrat sederhana yang:
Mudah dicerna
Memberi energi cepat