MEDAN – Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Persatuan Sepakbola Medan Sekitarnya (PSMS) digelar dengan meriah di Lapangan Sepakbola Gajah Mada, Jalan Krakatau, Medan, pada Minggu (27/4/2025).
Acara ini dihadiri oleh sejumlah mantan pemain kawakan PSMS yang menjadi bagian dari sejarah kejayaan klub tersebut, serta para pecinta sepakbola di Kota Medan.
Para Legenda PSMS Hadir Memperingati HUT
HUT ke-75 PSMS kali ini turut dimeriahkan oleh kehadiran sejumlah legenda hidup sepakbola, seperti Witia Pusen, Ketua Kelompok Mantan Pemain PSMS, dan Badia Raja Manurung, mantan pemain PSMS era 80-an yang pernah memperkuat Timnas Indonesia.
Tidak ketinggalan, Prof Dr. Ir. Djohar Arifin Husin, Ketua Umum PSSI periode 2011-2015, serta sejumlah mantan pemain ternama lainnya seperti Sunardi B, Chairul Chan Siregar, Tumsila, Harianto, dan Rahmadsyah juga hadir untuk memeriahkan acara tersebut.
Membangkitkan Semangat Sepakbola Kota Medan
Witia Pusen dalam sambutannya menegaskan bahwa pertemuan tersebut tidak hanya sebagai ajang silaturrahim, tetapi juga sebagai langkah awal untuk membangkitkan kembali sepakbola di Kota Medan yang sudah terpuruk selama hampir 20 tahun. "Kami turun gunung untuk memperjuangkan kebangkitan sepakbola di Medan," kata Witia Pusen.
Witia juga berharap agar Pemerintah Kota Medan, khususnya Wali Kota Medan Rico Waas, yang sangat peduli dengan perkembangan sepakbola di Medan, dapat merespons inisiatif ini untuk menghidupkan kembali kejayaan PSMS yang sudah dikenal dengan julukan "Ayam Kinantan."
PSMS: Warisan Masyarakat yang Tak Boleh Diperjualbelikan
Sementara itu, Badia Raja Manurung menegaskan bahwa PSMS adalah warisan yang dimiliki masyarakat, bukan milik pribadi atau perusahaan. "PSMS ini bukanlah milik siapa pun, selain masyarakat Medan. Kami tidak akan membiarkan PSMS diperjualbelikan," tegas Badia.
Badia mengungkapkan bahwa PSMS dibentuk oleh lima tokoh penting yang kemudian berkembang menjadi lebih besar dan memiliki hak penuh atas keberlanjutan klub tersebut.
Semangat dan Dukungan dari Pecinta PSMS