Pria Asal Deli Serdang Tewas Usai Ditangkap Polisi, Keluarga Tuntut Keadilan

BITVonline.com - Kamis, 26 Desember 2024 15:51 WIB

Warning: getimagesize(https://bitvonline.com/cdn/uploads/images/2024/12Ilustrasi-oleh-Radio-Azam.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u604751480/domains/bitvonline.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u604751480/domains/bitvonline.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u604751480/domains/bitvonline.com/public_html/amp/detail.php on line 172

MEDAN– Kasus kematian Budianto Sitepu (42), pria asal Deli Serdang, setelah ditangkap oleh anggota kepolisian, menimbulkan pertanyaan serius terkait dugaan kekerasan saat penangkapan. Kapolrestabes Medan, Kombes Gidion Arif Setyawan, menyampaikan belasungkawa atas kejadian tersebut, namun juga menjelaskan bahwa penangkapan dilakukan tanpa surat perintah. Penangkapan terhadap Budianto bersama dua temannya, G dan D, terjadi di Desa Sei Semayang, Deli Serdang, pada Rabu (25/12/2024) sekitar pukul 00.20 WIB, atas dugaan pengancaman dengan kekerasan.

“Penangkapan dilakukan tanpa surat perintah karena situasi tertangkap tangan,” kata Kombes Gidion di Polrestabes Medan, Kamis (26/12/2024). Ketiganya dibawa ke Polrestabes Medan pukul 02.00 WIB, namun Budianto mulai muntah-muntah di ruang penitipan tahanan sementara. Sekitar pukul 15.05 WIB, Budianto dilarikan ke RS Bhayangkara, namun nyawanya tidak tertolong.

Budianto meninggal dunia di rumah sakit pada Kamis pukul 10.34 WIB. Hasil visum menunjukkan adanya luka di kepala dan rahang, yang diduga akibat kekerasan selama proses penangkapan. “Kami sedang memeriksa sejumlah personel Satreskrim Polrestabes Medan yang diduga terlibat,” tambah Gidion.

Kronologi dari Keluarga

Menurut istri korban, Dumaria Simangunsong, Budianto dan teman-temannya meminum minuman keras di rumah pada Selasa (24/12/2024) malam, hingga terjadi keributan dengan warga sekitar. Keributan ini akhirnya membuat polisi mengamankan mereka. “Jam 01.00 WIB saya dapat kabar suami saya ditangkap,” kata Dumaria.

Pada Rabu pagi (25/12/2024), Dumaria datang ke Polrestabes Medan untuk menjenguk suaminya, namun ia hanya diperbolehkan menitipkan makanan dan tidak diizinkan bertemu. Hari berikutnya, ia mendapat kabar bahwa suaminya telah meninggal dunia di RS Bhayangkara dengan tubuh penuh luka lebam. “Wajahnya lebam, badannya biru-biru, dadanya juga,” ungkap Dumaria, yang merasa sangat terpukul atas kejadian tersebut.

Dumaria pun menuntut agar kasus ini diusut tuntas dan berharap keadilan untuk suaminya. “Suami saya pas dibawa baik-baik saja. Tapi kenapa pas meninggal kondisinya lebam-lebam, biru-biru,” katanya dengan penuh penyesalan.

Pihak kepolisian berjanji akan mengusut kasus ini dan memastikan proses hukum berjalan secara transparan.

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Olahraga

Usai Konflik Timur Tengah, 24.022 Jemaah Umrah Indonesia Sukses Pulang ke Tanah Air

Olahraga

Skandal Pemerasan Polisi: Dirresnarkoba Polda NTT Dicopot, Diduga Terlibat Penyuapan Rp375 Juta

Olahraga

BNNP Sumut Amankan 48 Pengunjung Positif Narkoba di Diskotek Blue Night Langkat

Olahraga

Kondisi Sungai Batangtoru Memburuk, Tradisi Marpangir dan Mamasu Dahanon Terancam Hilang

Olahraga

PBB Desak Pengusutan Serangan Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

Olahraga

Banjir Terjang Tapanuli Tengah, Ratusan Rumah Terendam, 11 Keluarga Dievakuasi