Enam Polisi Diperiksa Usai Kematian Budianto Sitepu Pasca-Penangkapan di Medan

BITVonline.com - Kamis, 26 Desember 2024 16:05 WIB

Warning: getimagesize(https://bitvonline.com/cdn/uploads/images/2024/12Kapolrestabes-Medan-Kombes-Pol-Gidion-Arif-Setyawan-saat-diwawancarai.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u604751480/domains/bitvonline.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u604751480/domains/bitvonline.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u604751480/domains/bitvonline.com/public_html/amp/detail.php on line 172

Medan–Enam personel Satreskrim Polrestabes Medan sedang diperiksa terkait kematian Budianto Sitepu (42), warga Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, yang diduga meninggal dunia akibat kekerasan saat penangkapan. Kapolrestabes Medan Kombes Gidion Arif Setyawan menyatakan, Budianto meninggal dunia pada Kamis (26/12/2024) saat dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara, Medan.

“Hasil visum sementara menunjukkan ada luka di kepala dan rahang. Dugaan sementara, kekerasan terjadi saat proses penangkapan,” jelas Gidion, Kamis (26/12/2024). Untuk memastikan pelanggaran terhadap kode etik dan standar operasional prosedur (SOP), keenam personel yang terlibat dalam penangkapan sedang diperiksa oleh Paminal (Pengawasan Internal).

Selain itu, polisi juga sedang memeriksa saksi-saksi dan mengecek rekaman CCTV untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai kejadian tersebut. Budianto ditangkap pada Rabu (25/12/2024) sekitar pukul 01.00 WIB, di Gang Horas, Desa Sei Semayang, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, setelah ia bersama teman-temannya mengganggu ketertiban dengan memutar musik keras sambil mengonsumsi minuman keras.

Kronologi Kematian Budianto

Menurut istri korban, Dumaria Simangunsong, ia mengetahui suaminya ditangkap setelah menerima kabar sekitar pukul 01.00 WIB pada hari penangkapan. Namun, saat Dumaria mencoba menjenguk suaminya ke Polrestabes Medan pada Rabu pagi, ia hanya diizinkan menitipkan makanan dan tidak diperkenankan bertemu dengan Budianto.

Pada Kamis pagi (26/12/2024), Dumaria menerima kabar bahwa suaminya telah dibawa ke RS Bhayangkara dalam kondisi kritis. Sesampainya di rumah sakit, Dumaria sangat terkejut dan merasa sangat sedih ketika mendapati tubuh suaminya penuh dengan luka lebam, di antaranya pada wajah, dada, dan tubuhnya. “Wajahnya lebam, dadanya biru-biru, badannya juga,” ujar Dumaria sambil menangis. Ia pun menuntut agar kasus ini diusut secara tuntas.

Proses Penyelidikan Berlanjut

Kapolrestabes Medan Kombes Gidion Arif Setyawan mengungkapkan bahwa pihak kepolisian berkomitmen untuk menyelidiki kasus ini secara transparan. Polisi meminta masyarakat untuk menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dan memastikan bahwa proses hukum akan berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

(Christie)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Olahraga

Usai Konflik Timur Tengah, 24.022 Jemaah Umrah Indonesia Sukses Pulang ke Tanah Air

Olahraga

Skandal Pemerasan Polisi: Dirresnarkoba Polda NTT Dicopot, Diduga Terlibat Penyuapan Rp375 Juta

Olahraga

BNNP Sumut Amankan 48 Pengunjung Positif Narkoba di Diskotek Blue Night Langkat

Olahraga

Kondisi Sungai Batangtoru Memburuk, Tradisi Marpangir dan Mamasu Dahanon Terancam Hilang

Olahraga

PBB Desak Pengusutan Serangan Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

Olahraga

Banjir Terjang Tapanuli Tengah, Ratusan Rumah Terendam, 11 Keluarga Dievakuasi