Komnas HAM Akan Selidiki Tragedi Kerusuhan Pasca Laga Arema FC Vs Persebaya. 

BITVonline.com - Rabu, 05 Oktober 2022 04:07 WIB

Medan – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia ( Komnas HAM ) turut menyelidiki dalam tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.

Kini, ada dugaan gas air mata yang ditembakkan polisi ke supporter telah kadaluwarsa.

Dikutip dari SuryaMalang.com, Komnas HAM menyoroti sejumlah kejadian dalam tragedi Kanjuruhan.

Termasuk adanya dugaan penggunaan gas air mata kedaluwarsa saat pengamanan pasca laga Arema FC Vs Persebaya Surabaya pada Sabtu (1/10/2022).

Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam menerangkan, dugaan itu akan turut didalami di samping indikasi pelanggaran HAM yang sudah tampak.

Ia berujar, dugaan penggunaan gas air mata kedaluwarsa itu menjadi kunci pernyataan pihaknya untuk ditanyakan kepada petugas medis.

“Gas pasti punya kedaluwarsa itu akan menjadi kunci kami tanya ke medis. Apakah ini karena sesak nafas, kadar oksigen dan lainnya seperti apa,” ujar Choirul Anam, Senin (3/10/2022) di Malang.

Selain itu, Komnas HAM juga menyoroti dugaan pelanggaran HAM lainnya yang terlihat dalam video yang lantas viral di media sosial.

Termasuk video yang menunjukkan oknum TNI menendang Aremania hingga tersungkur.

Terkait hal itu, Anam mengatakan adanya indikasi pelanggaran HAM.

Pihaknya akan menelusuri objektivitas dalam aksi tersebut.

Sehingga ia berharap seluruh pihak dapat tranparan termasuk polisi dan TNI.

“Kami akan telusuri objektivitasnya seperti apa. Kalau di video yang tersebar diberbagai kalangan memang juga ada tindak kekerasan. Untuk itu kami berharap beberapa hari ke depan seluruh pihak bisa tranparan ke kami termasuk polisi dan TNI,” kata Choirul Anam.

“Kekerasan memang terjadi melakui video yang tersebar, ada yang ditendang ada yang kena kungfu. Tentu semua juga melihat,” tambahnya.

Terkini, pihak Komnas HAM mengaku masih akan melakukan pendalaman soal gas air mata yang ditembakkan petugas kepolisian ke arah tribun.

Ia tak menampik jika gas air mata memperparah situasi.

“Soal penggunaan gas air mata kami sedang telusuri. Kami lihat anatomi stadion pasca pertandingan seperti apa. Agar melihat secara objektif,” tukasnya.Red

 

Editor
:
Sumber
:

Berita Terkait

Olahraga

Nama Disebut di Sidang Kasus Bea Cukai, Raffi Ahmad Gandeng Hotman Paris Beri Klarifikasi

Olahraga

Komisi III DPR Setujui RUU Polri Dibawa ke Paripurna, Selangkah Lagi Sah Jadi Undang-Undang

Olahraga

Dasco Kumpulkan Bos Himbara dan Danantara, Bahas Buyback Saham BUMN di Tengah Tekanan Pasar

Olahraga

Akar yang Menahan Negeri

Olahraga

OpenAI Siapkan ChatGPT Jadi Super App, Tak Lagi Sekadar Chatbot AI

Olahraga

Dolar AS Melemah ke Rp18.160, Rupiah Menguat di Awal Perdagangan