Warga Desa Manggis Serba Jadi Keluhkan Jalan Rusak Akibat 2 Galian Pasir Diduga Ilegal

Redaksi - Kamis, 06 Oktober 2022 01:41 WIB

 

SERDANG BEDAGAI-Menurut mereka, tangkahan pasir itu ilegal dan tak berizin, namun karena dibekap oleh oknum TNI maka bebas melintas, tanpa memperdulikan kondisi jalan kampung yang dilewati oleh dump truk bertonase puluhan ton setiap harinya.

Mereka tak menampik, bahwa desa mendapat bagian Rp 10 ribu/motor untuk dibagikan ke orang-orang di desa. Namun dibandingkan dengan kerugian warga maka hal itu tak sebanding.

“Tentu kegiatan ini sangat menggangu aktifitas warga, karena hanya ini jalan satu-satunya yang harus dilewati warga, baik saat akan keluar dari desa, karena sekolah atau mencari nafkah,” kata Syafi’i.

Ratusan anak sekolah setiap paginya melintas dari jalan itu.Bukan sekali dua kali, anak sekolah yang terjatuh dari sepeda motor. Bahkan beberapa yang terjatuh, akhirnya luka kena kenalpot sepeda motornya.

Bahkan akibat hujan tadi malam, salah seorang guru perempuan yang harus mengajar di SD di Desa Manggis, terpaksa minta bantuan kepada orangtua murid untuk bisa membawa sepeda motornya melewati lokasi jalan yang rusak tersebut.

“Baru sekali ini, saya minta tolong dibawakan sepeda motor, karena jeleknya jalan,” ujar Syafii menirukan perkataan guru tersebut.

Warga meminta agar tangkahan ilegal ini ditutup agar tak menimbulkan keresahan pada warga yang mengakses jalan tersebut. “Dikarenakan dump truck yang mereka gunakan berbagai jenis dengan bertonase hingga 24 ton,” ujar Fii.

Sementara Kepala Desa Manggis Sofyan Siregar yang dihubungi perseluler, mengaku kedua usaha tangkahan pasir itu ilegal.

Ada dua desa yang akses jalan tersebut, diantaranya Desa Bajahom dan Desa Manggis di Kecamatan Serba Jadi.

Saat ditanya siapa pemilik tangkahan tersebut, kades mengatakan tidak kenal pasti, dulunya milik warga namun sekarang dikelola oknum Brigif 7 yang disebut-sebut panggilannya Poli. Sedang yang kedua milik ACG, yang di lapangan dipercayakan ke oknum yang disebut Hutajulu. “Soal kerusakan jalan, nanti akan dirawat kita akan kumpulkan pengusahanya,” elaknya.

“Benar, ke desa mereka memberikan Rp 15 ribu/motor kepada pengurus untuk dibagi ke masyarakat. Kalau tidak diperbaiki, nanti kita akan setop, tapi saat ini dalam perawatan,” katanya.

Sofyan mengaku memang ada 3 yang mengajukan untuk tangkahan pasir, tetapi satu lagi belum buka.(Lbs)

Editor
:
Sumber
:

Berita Terkait

Olahraga

Siswi Korban Dugaan Keracunan MBG di Karo Kembali Kejang Kamis Pagi, Dilarikan ke IGD

Olahraga

Denny Indrayana Ajukan Sengketa Pilpres 2024 ke MK, Minta Gibran Didiskualifikasi

Olahraga

Kecelakaan Beruntun di Sibolangit, Truk Diduga Rem Blong Tabrak 4 Rumah dan Sekolah

Olahraga

Gunung Anak Krakatau Erupsi Lagi Kamis Pagi, PVMBG Catat Empat Kali Gempa

Olahraga

KPK Akui Sempat Segel Ruangan Dirjen Bea Cukai, Segel Hilang Saat Tim Kembali

Olahraga

Rupiah Masih Tertekan, Dibuka Melemah ke Rp17.512 per Dolar AS