Batu Bara – Aroma Bau kurang sedap dari Pengadaan Aplikasi Website OpenSID Desa Di Kabupaten Batu Bara Mulai Tercium Indikasi pembohongan dan penipuan publik.
Pasalnya Pengadaan Aplikasi Website tersebut sekarang Menjadi Perbincangan dan Soroton dari Berbagai Kalangan Media dan LSM.
Seyogyanya Pembuatan Aplikasi Website Tersebut guna Menyahuti Keterbukaan Informasi Publik(KIP) NO 14 Tahun 2008 yang memuat tentang Informasi Transparansi Penggunaan Dana Desa,Program serta kegiatan didesa.
Menurut sumber informasi yang di dapat di Laman Google bahwasanya Aplikasi Website ini Terbagi Dalam 2(dua) Jenis Umum dan Premium,Sementara Umum Non Bayar Alias “Gratis” Sementra Premium Berbayar 1juta/ Pertahun di Luar Housting Dan Domain.
Dan Lebih Spesifiknya disebutkan Kita Tinggal Memilih ada beberapa Kategori Pilihan Tagihan Pembayaran dalam Penggunaan Housting dan Domain/ Tahunnya.
Dari informasi Awak metro di dapatkan Bahwasanya Pengadaan Aplikasi ini Dengan Harga yang Sangat Fantastis
Yang diduga menelan Biaya Sebesar Rp 7.000.000 (Tujuh Juta Rupiah)/Desa Di ambil Dari Anggaran Dana Desa.
Mengamati terkait Aplikasi Website OPenSID(Open Desa) ini semestinya Pihak Dari Desa Pun Bisa memasang dan Mendowload Sendiri bahkan Lebih murah Dan tak banyak Mengeluarkan Biaya.
Sudah Sepatutnya Siapa Selaku Vendor/Pelaksana Pengadaan Website Tersebut Harus mempertanggung jawabkannya di Depan Hukum Karena diduga kuat sudah Melakukan Pembohongan Publik dan dugaan indikasi Melakukan Tindak Pidana Korupsi Yang Merugikan Keuangan Negara.red