DEPOK -Kecantikan seringkali menjadi obsesi bagi banyak orang, namun bagi ENS (30), perjalanan menuju kecantikan berakhir tragis di klinik kecantikan ‘WSJ’ di Depok. Klinik tersebut kini menyimpan misteri mendalam setelah ENS ditemukan tewas dalam kondisi yang mencurigakan setelah menjalani prosedur sedot lemak.
Ketika melintasi jalan menuju klinik tersebut, suasana yang menggantung di udara terasa nyata. Klinik yang biasanya ramai dengan pasien yang ingin mempercantik diri, kini tertutup rapat tanpa aktivitas apa pun. Papan nama yang biasa menarik perhatian orang-orang dengan janji kecantikan instan kini terkesan sepi dan hening.
“Kami menemukan klinik ini dalam keadaan tertutup dan sunyi,” ujar seorang sumber yang enggan disebutkan namanya. “Tidak ada aktivitas sama sekali, seolah-olah klinik ini telah menutup diri dari dunia luar.”
ENS, seorang wanita berusia 30 tahun, ditemukan tewas setelah menjalani prosedur sedot lemak di klinik ini. Keadaan tersebut memunculkan dugaan serius terkait praktik medis di klinik ‘WSJ’. Media sosial klinik yang biasanya menjadi saluran komunikasi dengan pasien juga secara tiba-tiba diubah menjadi akun privat, meninggalkan banyak pertanyaan tanpa jawaban.
Tidak hanya itu, pengguna Google Maps yang mencoba mencari lokasi klinik juga menghadapi kejanggalan serupa. Lokasi klinik tidak dapat ditemukan atau muncul dalam pencarian, meninggalkan orang-orang dalam kegelapan terkait keberadaan klinik tersebut.
Kasus ini segera menarik perhatian pihak berwenang, dengan polisi yang kini aktif menyelidiki dugaan malpraktik yang terjadi di klinik tersebut. Kejahatan ini menjadi puncak dari berbagai laporan dan keluhan tersembunyi yang mungkin telah diabaikan oleh pihak berwenang sebelumnya.
“Polisi saat ini tengah mendalami dugaan malpraktik yang terjadi di klinik ini,” kata juru bicara Kepolisian Daerah Depok, dalam sebuah pernyataan resmi. “Kami meminta kerjasama dari masyarakat untuk memberikan informasi yang bisa membantu penyelidikan ini.”
Kehadiran ENS dalam kisah ini bukan hanya sebagai korban, tetapi juga memicu sorotan tajam terhadap praktik medis di klinik-klinik kecantikan. Pemeriksaan forensik yang sedang dilakukan diharapkan dapat mengungkapkan kebenaran di balik kematian tragis seorang wanita yang seharusnya mencari kecantikan, namun malah menemui ajalnya.
Sementara itu, masyarakat dan keluarga korban terus menuntut keadilan untuk ENS dan meminta agar praktik-praktik medis yang meragukan dapat dihentikan atau dipertanggungjawabkan. Klinik ‘WSJ’ dan semua pihak terkait diharapkan dapat memberikan klarifikasi dan tanggapan atas dugaan yang telah mengguncang kepercayaan masyarakat terhadap layanan medis di Indonesia.
(N/014)