Polisi Rencanakan Ekshumasi Jenazah ENS, Kasus Malapraktik di Klinik Kecantikan Depok

BITVonline.com - Minggu, 28 Juli 2024 10:45 WIB

DEPOK  -Kasus kematian seorang wanita berinisial ENS (30) asal Medan, Sumatera Utara, setelah menjalani prosedur sedot lemak di klinik kecantikan WSJ di Beji, Depok, menjadi perhatian serius pihak kepolisian. Polisi berencana melakukan ekshumasi untuk melakukan autopsi terhadap jenazah ENS guna mengungkap penyebab kematiannya yang diduga terkait dengan malapraktik.

Kapolres Metro Depok Kombes Pol Arya Perdana mengungkapkan bahwa langkah ekshumasi ini adalah bagian dari upaya penyelidikan yang mendalam. “Kalau kasusnya berlanjut, pasti akan kita lakukan autopsi. Wajib itu. Karena kan orang meninggal karena apa itu harus kita ketahui penyebabnya itu yang menjadi dasar penyidikan kita,” ujar Arya kepada wartawan pada Minggu (28/7/2024).

Kronologi dan Penyelidikan

Kematian ENS viral di media sosial setelah video terkait peristiwa tersebut beredar luas. Berdasarkan informasi yang diperoleh, ENS meninggal dunia pada 22 Juli 2024 setelah menjalani operasi sedot lemak di klinik kecantikan WSJ yang terletak di Jalan Ridwan Rais, Beji Timur, Kota Depok.

“Setelah video viral tersebut, kami segera menindaklanjuti kasus ini. Saat ini sudah ada dua orang saksi yang diperiksa, yaitu dokter dan suami dari pemilik klinik,” jelas Arya. Ia menambahkan bahwa meskipun keluarga ENS belum membuat laporan resmi, pihak kepolisian tetap melakukan penyidikan karena kasus ini merupakan tindak pidana murni yang bisa dilaporkan oleh siapa saja yang mengetahui peristiwa tersebut.

Penyelidikan Mendalam

Kapolres Arya juga mengungkapkan bahwa penyidikannya akan melibatkan pemeriksaan mendalam terkait izin praktik klinik serta kapabilitas dokter yang melakukan prosedur. “Kami akan memeriksa perizinan klinik dan apakah dokter yang menangani memang memiliki sertifikasi yang sesuai untuk praktik di bidang tersebut. Hal ini untuk memastikan apakah ada kelalaian dalam prosedur yang dilakukan,” tegasnya.

Klinik Kecantikan Tertutup

Sementara itu, klinik kecantikan WSJ yang terletak di Beji Timur terlihat tutup dan tidak ada aktivitas pada Sabtu (27/7/2024). Klinik tersebut sebelumnya menjadi sorotan publik setelah berita mengenai kematian ENS menyebar di media sosial. Akun Instagram @temanpolisi melaporkan kejadian ini dan menyoroti kesedihan yang menyelimuti keluarga ENS.

Kepolisian Depok juga memastikan akan melanjutkan penyelidikan meskipun pelaporan dari pihak keluarga belum ada. “Sekalipun keluarga tidak melaporkan atau tidak menuntut, kami tetap akan melakukan penyidikan untuk mengungkap apakah ada unsur malapraktik yang terjadi,” tambah Arya.

Kesiapan dan Tindakan Lanjutan

Pihak kepolisian berkomitmen untuk menindaklanjuti kasus ini dengan serius. Pengawasan terhadap klinik-klinik kecantikan dan praktik medis lainnya diharapkan dapat meningkat untuk mencegah kejadian serupa di masa depan. Penyelidikan ini akan memberikan kejelasan mengenai penyebab kematian ENS dan memastikan bahwa pihak yang bertanggung jawab dapat diadili sesuai dengan hukum.

(N/014)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Olahraga

Kanwil Kemenkum Bali Hadiri Pengukuhan Kepala BPKP, Tegaskan Sinergi dan Transparansi Pembangunan

Olahraga

Kanwil Kemenkum Bali Harmonisasi Rancangan Peraturan Gubernur untuk Pengelolaan BLUD Rumah Sakit

Olahraga

Arti dan Asal-Usul Istilah ‘Mokel’ yang Populer di Bulan Ramadan

Olahraga

Sidang Memanas! Ammar Zoni Serahkan Bukti Dugaan Pemerasan Rp 300 Juta oleh Oknum Polisi

Olahraga

Laporkan Penipuan Rp500 Juta Oleh Oknum Bhayangkari, Korban Malah Jadi Tersangka Kasus Penghinaan

Olahraga

Barang Bukti Kasus Korupsi Malah Dikorupsi, Kejati Riau Tetapkan Mantan Sekdis dan Direktur Perusahaan sebagai Tersangka