Ribuan Warga Inggris Turun ke Jalan Menentang Aksi Kerusuhan Anti-Imigran

BITVonline.com - Kamis, 08 Agustus 2024 04:32 WIB

LONDON TIMUR –Ribuan warga Inggris turun ke jalan pada Rabu (7/8/2024) untuk melawan aksi kerusuhan anti-imigran yang marak terjadi di berbagai kota. Demonstrasi ini merupakan respons terhadap serangan ekstrem kanan yang memicu ketegangan di masyarakat, serta sebagai bentuk penolakan terhadap kekerasan dan intoleransi.

Aksi protes ini dipicu oleh serangan terhadap masjid dan fasilitas yang terkait dengan migran dalam beberapa hari terakhir, yang terjadi setelah gelombang misinformasi terkait pembunuhan tiga anak pada 29 Juli lalu. Misinformasi tersebut memicu ketegangan rasial dan meningkatnya aksi kekerasan yang menargetkan komunitas migran.

Di Walthamstow, London timur laut, ribuan demonstran berkumpul untuk menyuarakan penolakan terhadap ekstrem kanan. Mereka membawa spanduk bertuliskan “Hentikan ekstrem kanan” dan meneriakkan, “Jalan siapa? Jalan kita!” Satu di antara peserta aksi, Sara Tresilian, menegaskan ketidaksetujuannya dengan mengungkapkan, “Kami tidak ingin orang-orang ini berada di jalan kami, mereka tidak mewakili kami.”

Aksi serupa juga terjadi di kota-kota lain di Inggris seperti Birmingham, Bristol, Liverpool, Sheffield, Aldershot, Southampton, dan Newcastle. Terlihat bahwa jumlah demonstran yang menentang kerusuhan jauh melebihi jumlah pengunjuk rasa anti-imigran yang menyebabkan kekacauan dalam beberapa hari terakhir.

Dalam merespons situasi ini, Menteri Dalam Negeri Inggris, Yvette Cooper, menyampaikan terima kasih kepada petugas keamanan yang telah bekerja keras untuk melindungi dan mendukung masyarakat. Melalui media sosial, Cooper mengapresiasi upaya petugas yang memastikan keamanan selama protes berlangsung.

Wakil Perdana Menteri Angela Rayner juga menegaskan bahwa tidak ada alasan untuk kekerasan dan kriminalitas di jalan-jalan Inggris. Rayner menegaskan bahwa masyarakat harus bersatu melawan ekstremisme dan kekerasan.

Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, mengingatkan bahwa mereka yang berusaha menimbulkan kekacauan di masyarakat akan menghadapi tindakan hukum yang tegas. Starmer menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga ketertiban dan keamanan di tengah ketegangan yang meningkat.

Sejak kerusuhan terjadi, pihak berwenang telah menahan tiga orang yang terlibat dalam kekacauan selama seminggu terakhir. Penegakan hukum ini menunjukkan komitmen pemerintah Inggris untuk menanggulangi kekerasan dan memastikan bahwa situasi tetap terkendali.

Demonstrasi anti-kerusuhan ini menunjukkan kekuatan suara rakyat Inggris dalam menolak ekstremisme dan kekerasan, serta menunjukkan solidaritas masyarakat dalam melawan ketidakadilan dan diskriminasi. Ke depan, masyarakat Inggris diharapkan dapat terus bersatu dalam menjaga kerukunan dan menegakkan prinsip-prinsip toleransi dan persatuan.

(N/014)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Nasional

PWI Pusat Hadir di Rumah Duka Zulmansyah Sekedang, Serahkan Uang Duka dan Sampaikan Belasungkawa Mendalam

Nasional

Mendagri Tito Karnavian Tinjau Lokasi Bencana di Bener Meriah dan Aceh Tengah, Wagub Aceh Pastikan Penanganan Dipercepat

Nasional

Bahlil Sentil Warga Mampu Masih Gunakan BBM Subsidi: “Apa Tidak Malu Kita Mengambil Hak Orang Lain?”

Nasional

Polisi Dalami Dugaan Pembunuhan Berencana Nus Kei, Enam Saksi Termasuk Dua Pelaku Diperiksa Intensif

Nasional

Pemprov Sumut Gelar Gebyar Pajak 2026, Siapkan Hadiah Total Rp 19,3 Miliar untuk Wajib Pajak Taat

Nasional

Harga Daging Ayam dan Sapi di Sumut Turun di Awal Pekan, Ini Daftar Lengkap Per Wilayah dan Penyebabnya