Topan Shanshan Hantam Jepang, Menyisakan Kerusakan Parah dan Korban Jiwa!

Redaksi - Kamis, 29 Agustus 2024 11:49 WIB

Warning: getimagesize(https://bitvonline.com/cdn/uploads/images/2024/08/01j6ek7vkdjnb4qf4gze0qp3mr.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 408 Request Time-out in /home/u604751480/domains/bitvonline.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u604751480/domains/bitvonline.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u604751480/domains/bitvonline.com/public_html/amp/detail.php on line 172

JEPANG –Topan Shanshan, yang menghantam Pulau Kyushu di Jepang pada Kamis (29/8), telah menyebabkan kerusakan yang meluas dan menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan warga setempat. Angin kencang dan hujan deras yang menyertai topan ini telah menimbulkan dampak dahsyat, mengakibatkan kerusakan infrastruktur, pemadaman listrik, dan bahkan kehilangan nyawa.

Menurut laporan dari Badan Meteorologi Jepang, topan Shanshan memicu curah hujan yang mencapai 60 sentimeter di beberapa wilayah Kyushu, melebihi rata-rata curah hujan untuk bulan Agustus. Pihak berwenang Jepang telah meningkatkan status waspada banjir di daerah yang terkena dampak, mengingat kondisi cuaca ekstrem yang terus berlanjut.

Di Miyazaki City, salah satu kota yang terkena dampak parah, kerusakan yang ditimbulkan oleh topan sangat signifikan. Banyak mobil rusak, pohon-pohon tumbang, dan kaca-kaca jendela rumah hancur akibat tiupan angin kencang. “Sekitar 40 bangunan mengalami kerusakan parah,” ungkap gugus tugas penanggulangan bencana Miyazaki City dalam pernyataannya kepada Associated Press.

Seiring dengan kerusakan infrastruktur, topan Shanshan juga telah mengakibatkan pemadaman listrik yang meluas. Jutaan rumah di Kyushu, khususnya di prefektur Kagoshima, mengalami pemadaman listrik akibat kabel-kabel yang terputus dan peralatan yang rusak. Salah satu foto menunjukkan benda logam yang tertiup angin kencang dan tersangkut di kabel listrik, menambah kesulitan yang dihadapi oleh petugas pemulihan.

Tidak hanya berdampak pada infrastruktur, topan ini juga menimbulkan korban jiwa. Otoritas setempat melaporkan bahwa tiga orang warga Jepang tewas akibat topan, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka. Pihak berwenang mengungkapkan bahwa jumlah korban mungkin meningkat seiring dengan dilakukannya penilaian lebih lanjut terhadap dampak bencana.

Demi mengurangi risiko lebih lanjut, otoritas penerbangan Jepang memutuskan untuk membatalkan ratusan penerbangan domestik. Langkah ini juga diikuti dengan penangguhan operasional kereta cepat dan kereta lokal untuk memastikan keselamatan penumpang dan mengurangi kemungkinan kecelakaan.

Topan Shanshan, yang merupakan salah satu topan terkuat yang melanda Jepang dalam beberapa tahun terakhir, menyoroti kerentanan infrastruktur dan kesiapsiagaan bencana di negara yang rawan terhadap bencana alam. Pemerintah Jepang terus memantau situasi dan melakukan upaya pemulihan untuk membantu korban dan memperbaiki kerusakan yang terjadi.

Dengan cuaca ekstrem yang diperkirakan akan terus berlanjut, masyarakat di Kyushu diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti petunjuk dari pihak berwenang. Upaya pemulihan diharapkan dapat segera dilakukan untuk mengembalikan kondisi normal dan memberikan dukungan kepada mereka yang terdampak.

(N/014)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Nasional

Prabowo Ingatkan Lulusan IPDN 2026: Jangan Jadi Pemimpin Sombong!

Nasional

Bupati Pemalang Kena OTT KPK: Istri dan Sejumlah Pihak Diamankan, Ini Lokasi yang Disegel Penyidik

Nasional

Prabowo Sebut Luas Wilayah Indonesia Setara 27 Negara Eropa: Betapa Kayanya Negara Kita

Nasional

Prabowo: Pakar Dunia Ramal 25 Tahun Lagi Indonesia Bisa Salip Prancis, Jerman, dan Inggris Jadi Ekonomi Terkuat Keempat Dunia

Nasional

Enam Fraksi DPRD Batu Bara Setujui Perubahan Bentuk Hukum PT Pembangunan Batra Berjaya

Nasional

DPRD Batu Bara Minta Penyertaan Modal BUMD Ditinjau Ulang, Aset Bergerak Harus Dinilai Profesional