Terduga Pelaku Pembunuhan Donald Trump Ditangkap Setelah Aksi Menyerang di Lapangan Golf

Redaksi - Senin, 16 September 2024 03:39 WIB

BITVONLINE.COM –Upaya pembunuhan terhadap calon presiden Partai Republik, Donald Trump, terjadi pada Minggu (15/9/2024) ketika mantan Presiden Amerika Serikat tersebut sedang bermain golf di lapangan golf miliknya di West Palm Beach, Florida. Insiden ini mengguncang ketenangan area tersebut dan memicu respons cepat dari aparat keamanan.

Menurut laporan dari Secret Service, pelaku terduga, yang identitasnya belum diungkapkan pada awalnya, terlihat bersembunyi di semak-semak di dekat lapangan golf dan tampaknya siap untuk menembak Trump. Namun, berkat pengawasan ketat dan kesiapsiagaan agen Secret Service, rencana penembakan ini terbongkar sebelum terjadi.

Pelaku, yang kemudian diketahui bernama Ryan Wesley Routh, seorang pria berusia 58 tahun dari Hawaii, meninggalkan senjata jenis AK-47 yang diduga akan digunakan untuk menyerang Trump setelah aksinya ketahuan. Routh, yang sempat mencoba melarikan diri, akhirnya ditangkap oleh deputi sheriff sekitar 65 kilometer dari lokasi kejadian di Martin County.

Petugas Informasi Pers Teri Barbera menunjukkan barang bukti berupa senjata dan barang lain yang ditemukan di sekitar pagar lapangan golf saat konferensi pers di West Palm Beach. Gambar-gambar barang bukti tersebut diperlihatkan kepada media oleh Barbera, memberikan gambaran jelas mengenai apa yang ditemukan di lokasi kejadian. Foto oleh Jonathan Drake dari REUTERS menampilkan barang bukti yang menjadi bagian penting dari investigasi ini.

Menurut laporan CNN, Fox News, dan New York Times, yang mengutip pejabat aparat keamanan yang tidak ingin disebutkan namanya, Routh adalah seorang pendukung perang Ukraina melawan Rusia. Routh bahkan dilaporkan sempat berusaha merekrut tentara untuk mendukung Ukraina. Motif spesifik di balik upaya pembunuhan ini masih belum sepenuhnya jelas.

Sheriff Palm Beach County, Ric Bradshaw, menyatakan bahwa pelaku berada pada jarak sekitar 365 sampai 460 meter dari lokasi Trump saat kejadian. Bradshaw juga mengonfirmasi bahwa agen Secret Service terlibat baku tembak dengan pelaku selama upaya penangkapan. “Secret Service melakukan apa yang mereka lakukan dengan sangat baik. Mereka bertindak cepat dan efektif,” kata Bradshaw dalam pernyataannya.

Pihak FBI, hingga berita ini diturunkan, menolak untuk memberikan komentar lebih lanjut mengenai identitas pelaku atau rincian lebih dalam mengenai motifnya. Penelusuran oleh kantor berita Reuters menunjukkan bahwa Routh mungkin terlibat dalam aktivitas terkait dukungan untuk Ukraina, tetapi keterkaitannya dengan insiden ini masih dalam penyelidikan.

Kejadian ini mengikuti penembakan sebelumnya terhadap Trump yang terjadi dua bulan lalu saat kampanye di Pennsylvania, di mana Trump mengalami luka ringan di bagian telinga. Insiden terbaru ini menambah deretan kasus keamanan yang mengancam keselamatan mantan presiden dan mempertegas pentingnya perlindungan bagi tokoh-tokoh politik terkemuka.

Sementara investigasi terus berlangsung, masyarakat dan pihak berwenang menunggu keterangan lebih lanjut mengenai motif dan detail dari tindakan berbahaya ini. Pengamanan di sekitar Trump dan tempat-tempat publik lainnya diharapkan akan ditingkatkan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi ancaman di masa depan.

(N/014)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Nasional

BNPT Tegaskan Aksi KKB di Papua Tak Masuk Kategori Tindak Pidana Terorisme, Ini Alasannya

Nasional

Rumah Rusak akibat Gempa NTT Dapat Bantuan hingga Rp30 Juta, Ini Rinciannya

Nasional

6,7 Juta Orang di Indonesia Terinfeksi Hepatitis B, Kenali Cara Penularan dan Pencegahannya!

Nasional

Kemnaker Buka Pendaftaran Mitra MagangHub Batch 2, Simak Syarat dan Jadwalnya!

Nasional

ICMI Banda Aceh Jadi Tuan Rumah Muswil ICMI Aceh 2026, Bahas Ekonomi Aceh Menuju Indonesia Emas 2045

Nasional

"Sihir Politik" Jokowi