BATU BARA — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Labuhan Ruku terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan keterampilan warga binaan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan panen raya sayuran kangkung di area perkebunan Lapas Labuhan Ruku, Senin (26/10/2026).
Kegiatan panen dilakukan bersama oleh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dengan pendampingan dan pengawasan jajaran Seksi Kegiatan Kerja (Giatja).
Baca Juga: Dukung Budaya Membaca, Lapas Labuhan Ruku Hadiri Pembukaan Festival Literasi Batu Bara Bahagia Panen ini menjadi salah satu bentuk keberhasilan program pembinaan kemandirian di bidang pertanian yang dilaksanakan di lingkungan pemasyarakatan.
Sayuran kangkung yang dipanen merupakan hasil dari proses budidaya yang dilakukan secara bertahap, mulai dari penyemaian benih, pemupukan berkala, hingga pemeliharaan tanaman secara rutin.
Pemanfaatan lahan produktif di area Lapas menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan potensi yang tersedia untuk mendukung kegiatan pertanian yang bermanfaat.
Selain mendukung ketersediaan bahan pangan, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi warga binaan untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan praktis dalam bercocok tanam.
Melalui keterlibatan langsung dalam proses budidaya hingga panen, warga binaan diharapkan mampu memahami teknik dasar pertanian yang dapat diterapkan setelah menyelesaikan masa pembinaan.
Program pertanian tersebut merupakan bagian dari upaya Lapas Labuhan Ruku dalam mengembangkan pembinaan kemandirian yang produktif dan berkelanjutan.
Keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bekal bagi warga binaan untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri serta membuka peluang usaha ketika kembali ke tengah masyarakat.
Melalui kegiatan panen raya kangkung ini, Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku berharap program pembinaan di bidang pertanian dapat terus berkembang dan memberikan manfaat nyata, baik dalam mendukung ketahanan pangan maupun dalam mempersiapkan warga binaan agar memiliki keterampilan yang berguna untuk masa depan.
Dengan mengoptimalkan lahan yang tersedia dan melibatkan warga binaan secara aktif, Lapas Labuhan Ruku berupaya mewujudkan pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada keterampilan, tetapi juga menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemandirian.* (ad)