JAKARTA – Dian Sandi Utama, saksi yang mengunggah foto yang disebut sebagai ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di media sosial X, mengaku belum pernah melihat dokumen fisik aslinya secara langsung. Pengakuan tersebut disampaikan saat dirinya memberikan keterangan dalam persidangan kasus dugaan pencemaran nama baik dengan terdakwa Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (22/10/2026).
Dalam persidangan tersebut, Dian menjelaskan asal-usul foto ijazah yang pernah diunggah melalui akun X miliknya, @diansandiu. Ia mengaku memperoleh gambar tersebut dari kolom komentar pada utas yang dibuatnya sebelumnya.
Menurut Dian, sebuah akun bernama @hyperpoison mengunggah gambar tersebut di kolom tanggapan. Tak lama setelah melihatnya, Dian mengunduh gambar itu dan mengunggahnya kembali ke akun pribadinya.
Baca Juga: Sidang Vonis Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Dijadwalkan Berlangsung 5 November 2026 "Saya men-download dan memposting sesuai dengan yang dikirim lewat komentar aslinya dari akun @hyperpoison," kata Dian di hadapan majelis hakim dan jaksa penuntut umum (JPU).
Dian menyatakan pengunggahan ulang tersebut dilakukan tanpa penyuntingan gambar. Ia mengunggah foto itu pada 1 April 2025, saat perdebatan mengenai riwayat pendidikan Jokowi ramai dibicarakan di media sosial.
Dalam keterangan unggahannya saat itu, Dian menggunakan kalimat yang menyebut foto tersebut sebagai ijazah asli Jokowi.
"Buat yang ributin fotokopi ijazah Pak Jokowi yang saya upload pada utas, biar kalian tenang lebarannya ini saya upload yang asli," demikian tulisan dalam unggahan tersebut.
Namun, saat memberikan keterangan di persidangan, Dian mengaku tidak pernah melihat secara langsung dokumen fisik ijazah Jokowi. Ia menjelaskan bahwa gambar yang diunggahnya berasal dari akun lain di media sosial.
Dian juga mengungkapkan bahwa keyakinannya mengenai riwayat pendidikan Jokowi diperoleh dari cerita mantan rekan kerjanya di Dinas Kehutanan Nusa Tenggara Barat (NTB), Andi Pramaria.
Menurut Dian, Andi mengaku pernah menjadi teman satu angkatan Jokowi saat menempuh pendidikan di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Cerita tersebut, kata Dian, telah didengarnya sejak 2018.
"Andi menceritakan pengalamannya kuliah bersama Pak Jokowi. Katanya, mereka masuk kuliah dan lulus pada tahun yang sama, yakni tahun 1985," ungkap Dian.
Selain berdasarkan cerita tersebut, Dian mengatakan keyakinannya turut dipengaruhi oleh pernyataan dan klarifikasi pihak rektorat UGM yang pernah ditontonnya melalui tayangan YouTube dalam kegiatan reuni UGM pada 2022.